Semangkuk Bubur Ayam
Semangkuk Bubur AyamOleh: Telly D.*)Selama aku mengunjungi Yogyakarta di bula ini, aku suka berjalan menyusuri trotoar yang samar mengingatkanku pada tahun-tahun ketika aku masih tinggal di kota i ...
BAU YANG TAK HILANG
PentigrafBAU YANG TAK HILANGOleh: Telly D.Baju itu masih tersimpan di lemari, dilipat rapi, tak pernah disentuh lagi sejak hari kepergiannya. Tapi baunya belum hilang. Campuran keringat, tanah pagi, d ...
Ziarah dan Janji yang Dilangitkan
Ziarah dan Janji yang DilangitkanOleh: Telly D.Persahabatan kami tumbuh seperti akar beringin yang diam-diam meneguhkan tanah: kokoh, senyap, dan tak banyak yang tahu betapa dalamnya saling mengua ...
LAUT DAN KEJUJURAN
PentigrafLAUT DAN KEJUJURANOleh: Telly D.Pak Daeng, nelayan tua di pesisir timur, tak tamat SD, tapi hidupnya adalah buku yang dibaca laut setiap hari. Ia tak pandai bicara, tapi kalimatnya tajam sepe ...
TANAH DAN GELAR YANG TAK TUMBUH
PentigrafTANAH DAN GELAR YANG TAK TUMBUHOleh: Telly D.Pak Samin duduk di pematang sawah, menatap hamparan padi yang mulai menguning. Tangan tuanya penuh kapalan, kakinya berlumur lumpur, tapi wajahnya ...
PASAL YANG DITINGGALKAN
PentigrafPASAL YANG DITINGGALKANOleh: Telly D.Di ruang gelap kantor penyidik, suara mesin pendingin berdengung pelan seperti napas kecewa yang tak sempat diucapkan. Seorang penyidik senior duduk menat ...
SUARA DARI BALKON
PentigrafSUARA DARI BALKONOleh: Telly D.Dari lantai tujuh gedung dewan, seorang politikus senior berdiri di balkon, mengenakan jas lusuh yang pernah menemani puluhan debat anggaran dan pembentukan und ...
KAPUR, PAPAN DAN KERTAS KOSONG
PentigrafKAPUR, PAPAN DAN KERTAS KOSONGOleh: Telly D.Di kelas yang dindingnya mengelupas dan kipas anginnya berdecit pelan, Bu Lestari menulis kata “Kejujuran” di papan tulis dengan kapur yang tinggal ...
MIMBAR DAN LEMBAR YANG TERKUTUK
PentigrafMIMBAR DAN LEMBAR YANG TERKUTUKOleh: Telly D.Di sebuah masjid tua yang dindingnya mulai terkelupas, seorang pemuka agama berdiri di mimbar saat khutbah Jumat. Suaranya pelan tapi mengguncang ...
UCAPAN DI BAWAH POHON WARU
Pentigraf UCAPAN DI BAWAH POHON WARUOleh: Telly D.Pak Mursid, tukang tambal ban di gerbang pasar, tak tamat SD, tapi tiap pagi duduk di bawah pohon waru sambil membaca koran bekas dari bungkus gorenga ...