PENYESALAN Di BAWAH HUJAN
PentigrafPENYESALAN Di BAWAH HUJANOleh: Telly D.Baru saja Yanto tiba di kantor, teleponnya berdering. Suara cemas asisten rumah tangganya mengabarkan bahwa istrinya, yang tengah hamil besar, dilar ...
PERAHU PERPUSTAKAAN
PentigrafPERAHU PERPUSTAKAANOleh: Telly D.Seminggu sekali, perahu perpustakaan merapat di pesisir pulau kami, membawa keajaiban dalam bentuk buku-buku bergambar dan cerita yang selalu kami nantikan. B ...
TAGIHAN UTANG
PentigrafTAGIHAN UTANGOleh: Telly D.Di depan puskesmas yang sunyi, suara teriakan dua ibu memecah suasana. Dua tangan terkepal dan rambut terjambak di antara Jawaria dan Suharni, sementara orang-o ...
STATUS JOMBLO
PentigrafSTATUS JOMBLOOleh: Telly D.Telly D. dan Kacong adalah dua sahabat pena dalam Rumah Virus Literasi (RVL) yang nyaris selalu terjaga saat malam tenggelam, menikmati kopi dan baris demi ...
SUARA DENGKURAN
PentigrafSUARA DENGKURANOleh: Telly DFadhel, sementara bertugas malam mengganti seprei di kamar asrama yang baru saja kosong dipakai peserta Kopdar 3 RVL. Karena kampus yang berdekatan dengan makam, b ...
TIPUDAYA DI PASAR BUAH
PentigrafTIPUDAYA DI PASAR BUAHOleh: Telly D.Pagi itu, Murni tergoda melihat anggur segar di pasar yang dijual lebih murah dibandingkan di toko-toko buah. Papan di depan stan bertuliskan "½ kg anggur ...
Akhir dari Sebuah Drama
PentigrafAkhir dari Sebuah DramaOleh Telly D.Dalam bisik-bisik perbincangan kami, tersebar kabar bahwa suamiku terpikat oleh seorang gadis ABG, bau kunyit, yang baru saja menginjak masa remajanya. ...
Demi Masa Depan
PentigrafDemi Masa DepanOleh Telly D. Setelah ibu meninggal tiga tahun lalu, yang tersisa dari gubuk reyot kami hanyalah figura hasil tes IQ dengan skor 150 yang tergantung di ruang keluarga. Gubuk it ...
Rahasia yang Terungkap
PentigrafRahasia yang TerungkapOleh Telly D.Pertengkaran demi pertengkaran mengenai suamiku yang telah berpaling hati terus berkecamuk, seolah tiada habisnya. Setiap hari selalu diwarnai dengan konfli ...
Guru Piket
PentigrafGuru PiketOleh Telly D.Pagi itu, sebagai guru piket, aku harus menyaksikan sekolah yang penuh dengan hiruk-pikuk. Pak Danu guru BP, memanggil siswa yang terlambat, sementara Bu Marta dipanggi ...