June 4, 2024 in Uncategorized

Perang Uhud

Post placeholder image

Pentigraf

Perang Uhud

Oleh Telly D.

Di tengah medan perang yang berkecamuk, gigi gerahamku patah oleh hantaman senjata lawan. Bibir bawahku sobek, dan darah mengalir deras dari dahiku serta keningku. Namun, aku menadah darah itu dengan tangan dan mengusapkannya berulang-ulang ke dadaku agar tidak jatuh menyentuh bumi.

Semua sahabat di sekelilingku tampak heran dengan tindakanku, tapi mereka tidak tahu apa yang aku dengar. Di sela-sela hiruk-pikuk peperangan, suara malaikat penjaga gunung itu bergema di telingaku, memberitahuku bahwa jika setetes darahku menyentuh bumi, Allah akan menurunkan azab dari langit kepada mereka yang memerangiku. Sahabat-sahabatku tidak mengerti mengapa aku tidak membiarkan darahku jatuh ke bumi dan membiarkan musuh-musuhku merasakan azab Allah.

Mengapa aku tidak mendoakan musuh Allah itu supaya celaka saja, suara sahabat-sahabatku getir dengan kekalahan yang diderita “Allah tidak mengutusku untuk melaknat atau menghancurkan, melainkan untuk berdakwah dan menyebarkan rahmat-Nya kepada seluruh semesta alam.”

Makassar, 4 Juni 2024




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree