January 6, 2024 in Pentigraf, Uncategorized

Umpan Harapan

Post placeholder image

Umpan Harapan

Oleh Telly D.

Di dalam kerinduan yang terpatri di balik senyuman duka, saya seorang janda kaya yang telah kehilangan suami tercinta, mencoba menjalani kehidupan dengan damai. Meskipun banyak lamaran yang datang, saya menolaknya, memilih untuk hidup dalam ketenangan yang menjadi teman setia. Namun, takdir berkisah lain ketika seorang pemuda mahasiswa menempati salah satu kamar di rumah kost saya. Wajah tampan dan tubuh idamannya seolah memberi semangat baru, menemani kesepian yang selama ini merajai hari-hari saya.

Namun, seiring waktu senyum yang tulus berubah menjadi kilatan kekecewaan. Pemuda itu dengan kata-kata pahitnya, menilai tubuh dan meremehkan kelebihan berat badan yang menjadi bagian dari diri saya. Keinginan saya untuk hidup tanpa gangguan cinta tergoyahkan oleh desakan untuk meraih perhatian dan penerimaan dari sosok itu. Usaha keras untuk memenuhi standar kecantikan yang diinginkannya membawa saya ke lorong-lorong klinik, bahkan hingga masuk ke UGD.

Dalam dinginnya ruangan UGD, pemuda itu muncul dengan senyuman yang seolah menjadi penawar duka. Namun, kebahagiaan yang saya rindukan sirna saat ia memperkenalkan gadis idamannya padaku tanpa memedulikan hatiku yang telah terbuka. “Ini Mirna pendamping hidup saya,” genggaman tangan mereka membuat ruangan terasa semakin dingin.

Makassar, 6 Januari 2023




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree