November 7, 2023 in Pentigraf, Uncategorized

Zaman Sudah berubah

Pentigraf
Zaman Sudah berubah

Oleh Telly D.

Daeng Tanneng seorang ibu yang bahagia, sejatinya ia memiliki satu harta terindah, anak tunggal yang berbudi dan berhasil. baktinya telah tumbuh subur seperti taman bunga di musim semi, menjadikannya seorang ibu yang bangga. Setiap kali berdoa, ia selalu menyeru dengan segenap rasa khusuk, merapalkan doa untuk anak tercintanya, memohonkan kesuksesan dan akhlak mulia yang menyinari jalan hidupnya.

Namun, kebahagiaannya tercemar oleh kehadiran tetangga barunya yang meracuni pikiran daeng Tanneng dengan mengatakan bahwa anaknya telah membuangnya ke desa, melupakan kewajiban keluarga. Pikirannya yang damai dan bahagia seakan diterpa badai yang deras. Keterbatasan komunikasi dengan anaknya membuatnya sering menelepon hanya untuk memastikan apakah anaknya masih mengingatnya.

“Aku takut kau telah menjadi anak durhaka seperti Maling Kundang.” Anaknya terkejut, dan dengan tegas menjawab bahwa “zaman telah berubah, dan tidak ada lagi Maling Kundang, yang ada hanya Maling Kutang.” Daeng Tanneng lega, seperti seorang pelaut yang kembali menemukan mercusuar di tengah badai. Ia yakin bahwa malam itu ia akan tidur dengan nyenyak dan bangun dengan semangat untuk beribadah di hari berikutnya.

Makassar 3 November 2023




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree