June 1, 2024 in Uncategorized

Kembali ke Pelukan

Kembali ke Pelukan

Oleh Telly D.


“Kebersamaan dengan orang yang kita cintai adalah kekayaan yang tak ternilai.”

15 Februari 2024

Hari ini adalah hari kedatangan Nadhira ke Makassar, Indonesia, setelah kita berpisah selama satu tahun. Nenek Puang Ina menyambut kedatanganmu dengan suka cita. Rasanya waktu berjalan dengan lambat selama masa perpisahan kita, kehadiranmu hari ini diwarnai dengan kerinduan yang mendalam.

Namun, sekarang semua kerinduan itu sirna, digantikan oleh kebahagiaan yang meluap-luap ketika nenek Puang Ina menyaksikan betapa pesatnya pertumbuhan dan perkembangan yang telah Nadhira capai. Baik secara fisik maupun mental, Nadhira telah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Kamu anak yang sehat lahir dan batin.

Cucuku Nadhira
Ketika kita berpisah di Singapura tahun yang lalu di bulan Februari, kamu masih bayi yang baru bisa tengkurap ketika itu usiamu baru 4 bulan, sekarang tubuh Nadhira telah menjadi kuat dan terampil dalam berjalan.. Langkah-langkah kakimu telah mantap dan percaya diri, telah terjadi peningkatan dalam kemampuan motorik kasarmu.

Pertumbuhan fisikmu juga tampak mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan yang bertambah, wajahmu sudah mengalami perubahan ke arah yang lebih mirip dengan seorang balita daripada seorang bayi.

Selain itu, gigimu telah semakin banyak tumbuh, menandakan kamu sudah siap menguyah berjenis makanan dan itu bisa menjadi pengalaman yang menantang bagi dirimu dan diri nenek.

Nadhira Dalam Pelukan Nenek. Foto: Dokumen Pribadi


Di samping itu, perkembangan bahasamu juga telah mulai mengucapkan kata-kata dan bahkan sudah mengerti beberapa kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.seperti; ayah, ibu, mama, kakak, bobo. Kamu telah memperluas kosakata dan pemahamanmu tentang kata-kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, kamu telah mulai mengucapkan beberapa kata pertamamu.

Nadhira Menyembunyikan Muka Sambil Pelintir Kakinya. Foto: Dokumen Pribadi


Semua perkembangan ini menandai langkah-langkah kecil namun penting dalam perjalanan perkembangan kamu menuju masa balita.

Cucuku Nadhira
Pada usia 16 bulan, perkembangan mental Nadhira telah mencapai titik yang mengesankan. Kamu telah menunjukkan minat yang semakin besar dalam memahami dunia di sekitarmu. Kamu menunjukkan ketertarikan pada berbagai objek dan aktivitas.

Nadhira Tertarik pada Suatu Objek. Foto: Dokumen Pribadi


Selain itu, Nadhira juga telah mulai menunjukkan kemampuan untuk meniru perilaku orang dewasa atau anak-anak di sekitarmu, menunjukkan adanya pemahaman tentang konsep tindakan dan respons. Kemampuanmu dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana, seperti menarik mainan dari sebuah kotak atau menempelkan puzzle sederhana, juga telah meningkat secara signifikan.

Nadhira Meniru Ayahbunda Menggunakan Laptop. Foto: Dokumen Pribadi

Perkembangan sosialmu juga telah mencuri perhatian nenek. Kamu sudah mulai menunjukkan ketertarikan pada interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lain, meskipun masih dalam bentuk yang sederhana. Kamu telah mulai menunjukkan emosi seperti kegembiraan, frustrasi, atau rasa ingin tahu yang kuat tentang lingkungan di sekitarmu.

Nadhira Berinteraksi dengan Orang di Sekitar. Foto: Dokumen Pribadi


Semua tanda-tanda ini menunjukkan bahwa Nadhira sedang menjalani periode yang penting dalam perkembanganmu, dimana kemampuan kognitif dan sosial sedang berkembang dengan pesat.

Sebagai nenek yang yang penuh cinta dan dukungan, setiap langkah kecil yang kamu ambil dalam perjalanan perkembanganmu pasti akan selalu nenek perhatikan dengan penuh kasih sayang.

Nadhira Senang Melakukan Aktivitas. Foto: Dokumen Pribadi


Sayangku
Ketika Nadhira tiba di Indonesia setelah setahun berpisah, kamu tampak sedikit bingung saat pertama kali melihat nenek. Nenek biasanya tidak mengenakan jilbab, jika kita berkomunikasi melalui video call.

Perbedaan penampilan ini membuat kamu sedikit kebingungan dalam mengenali nenek. Namun Ibunda Zieha meminta Nenek untuk melepas penutup kepala, ekspresi bingung di wajahmu segera berubah menjadi senyum yang lebar dan mata yang berbinar-binar.

Senyum itu memancarkan kebahagiaan dan kelegaan atas kehadiran nenek yang kamu kenal kembali. Ini adalah momen yang penuh dengan kehangatan dan keintiman, dimana kita berdua merasakan kebahagiaan dari pertemuan kita yang penuh kasih sayang.

Nadhira Tersenyum Lebar Ketika Ingat Muka Neneknya. Foto: Dokumen Pribadi


Dalam senyummu yang lebar dan mata yang berbinar, nenek merasakan bahwa ikatan emosional antara kita tidak pernah pudar, bahkan ketika kita dipisahkan oleh jarak dan waktu sekalipun.

Tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan yang terasa ketika kita berdua saling berpelukan, merasakan debaran hati satu sama lain. Di dalam pelukan itu, semua rasa rindu dan kerinduan terobati dengan manisnya. Kita tertawa bersama, berbagi momen kebersamaan yang luar biasa itu dengan penuh sukacita.

Nadhira Telungkup Menyembunyikan Muka dan Melipat Kaki Ketika Merasa Senang. Foto: Dokumen Pribadi


Pertemuan kita dipenuhi dengan kebahagiaan yang mengalir tulus dari hati, menguatkan kembali ikatan keluarga yang tak terpisahkan. Dalam momen-momen seperti ini, nenek merasakan keberuntungan besar kita bisa bersama-sama lagi, menikmati kasih sayang dan kehangatan.

Mengetahui bahwa Nadhira akan berada di Indonesia selama dua bulan hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri, perasaan bahagia tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itu adalah kebahagiaan yang melampaui segala batas. Pikiran nenek dipenuhi dengan antusiasme yang membara, mengantisipasi momen indah yang akan kita habiskan bersama.

Mendapatkan kesempatan untuk mendekap Nadhira, melihatmu tumbuh dan berkembang setiap hari, dan berbagi kebersamaan dalam suasana perayaan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, adalah anugerah yang tiada tara bagi nenek.

Nenek Puang Ina bersyukur atas setiap momen yang akan kita lewati bersama. Ini adalah kesempatan yang langka dan sangat berharga.

Nenek membayangkan kita akan menghabiskan waktu berkumpul di rumah, menjalin ikatan yang lebih dalam melalui permainan dan kegiatan bersama dengan penuh cinta dan sukacita.

Tentu saja, satu momen yang paling nenek nantikan adalah ketika kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama-sama. Nenek membayangkan kita berdua akan berdandan cantik, mengenakan baju baru, dan menyambut tamu-tamu dengan senyum yang penuh kebahagiaan.

Kunjungan Nadhira mengingatkan nenek akan pentingnya hubungan keluarga dan betapa berharganya momen-momen bersama yang kami bagi. Nadhira adalah pengingat yang indah bahwa ikatan keluarga adalah salah satu hal terpenting dalam hidup ini, dan bahwa kasih sayang yang kita bagikan dengan orang-orang tercinta adalah sumber kebahagiaan yang tak tergantikan.

Dengan semua inspirasi ini, nenek merasa termotivasi untuk menjalani hidup dengan lebih penuh semangat, cinta, dan rasa syukur.

“Setiap momen bersama orang yang kita cintai adalah harta yang tak ternilai. Hargailah setiap detiknya, karena dalam kebersamaan itu, kita menemukan kebahagiaan sejati.”

Makassar, 15 Februari 2024




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree