January 23, 2024 in Umum, Uncategorized

Menikmati Matahari Senja di Usia Senja

Menikmati Matahari Senja di Usia Senja

Oleh Telly D.


“Seperti matahari senja yang perlahan meredup, usia senja mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada cara kita menyambut setiap akhir dengan rasa syukur dan cinta.”


Di dermaga, saya duduk menikmati matahari senja bersama suami. Hidup kami telah memasuki babak usia senja. Kami telah menjalani perjalanan yang panjang dan penuh warna. Di antara warna-warni senja, tersimpan kisah cinta, ketabahan, dan rasa syukur yang tiada tara. Masih dapat menikmati indahnya matahari senja di usia senja, sambil mengenang perjalanan yang penuh kebahagiaan dan keberanian menghadapi masa depan yang dulu belum terbentuk.

Kami telah melewati beragam fase kehidupan, dari kebahagiaan keluarga hingga tantangan keras yang menguji fondasi cinta, kesabaran, dan ketabahan kami.

Perjalanan ini dimulai puluhan tahun yang lalu, ketika kami, dua insan muda yang penuh impian, memutuskan untuk berbagi hidup dalam suka dan duka. Kami merasakan kebahagiaan melihat keluarga kami berkembang, dari momen melahirkan anak-anak kami, menyentuhkan tangan pertama kali hingga menjadi kakek dan nenek yang menyaksikan tumbuh kembangnya cucu-cucu kami.

Nampak Kapal KRI Hospital RS Wahiddin Sudirohusodo TNI AL dari Dermaga Arkais Sorong. Foto: Dokumem Pribadi


Kehidupan menuntun kami melalui berbagai tahap, dan di setiap langkah, kami saling melengkapi satu sama lain. Melalui senyum anak-anak kecil yang memecahkan keheningan rumah, hingga tangisan pada malam hari yang mengajarkan kita arti pengorbanan. Kami belajar tentang tanggung jawab ketika anak-anak membutuhkan dukungan dan bimbingan, dan kami menyusuri jalan itu bersama-sama, penuh keberanian dan tekad.

Namun, kehidupan tidak pernah datang tanpa cobaan. Masa-masa sulit datang seperti badai yang menguji fondasi rumah tangga. Di saat-saat itulah, cinta bukan hanya kata-kata, melainkan tindakan nyata yang memperkuat ikatan di antara kami. Setiap ujian yang kami lewati mengukir kebijaksanaan dalam diri kami, mengajarkan kami arti sejati dari komitmen dan kesetiaan.

Sekarang, di dermaga yang tenang ini saya merenung tentang kebahagiaan yang kami raih bersama suami. Meski warna-warni senja mencerminkan perjalanan panjang yang telah kami tempuh, kami tetap mensyukuri setiap momen yang kami miliki. Namun, realitas kehidupan tak selalu bersinar terang. Kesehatan suami yang semakin berkurang menjadi tantangan baru yang harus kami hadapi.

Menikmati Senja di Atas Dermaga Arkais Sorong. Foto: Dokumem Pribadi


Meskipun kini kesehatannya tidak sebaik dulu, cinta yang kami miliki tetap tak tergoyahkan. Kami memahami bahwa hidup adalah perjalanan yang penuh kejutan, dan kita harus siap menghadapinya. Kami tidak mengeluh, melainkan memilih untuk menikmati setiap momen yang tersisa bersama-sama. Meski matahari senja mulai merunduk, namun api cinta di hati kami tetap berkobar-kobar.
Melihat ke belakang, saya merasa bersyukur telah mencapai banyak hal dalam hidup ini. Setiap tantangan adalah batu loncatan untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat. Bersama suami, kami telah melalui masa-masa yang indah dan sulit, dan setiap kenangan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah hidup kami.

Menghadapi kenyataan bahwa usia senja membawa tantangan baru, kami memilih untuk menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan. Kami mengajarkan diri kami untuk tetap positif, menikmati setiap detik, dan menciptakan kenangan indah bersama. Matahari senja bukanlah akhir, melainkan permulaan dari babak baru dalam perjalanan spiritual dan emosional.

Saat ini, di usia senja, cinta kami tidak lagi hanya berkisar pada romantika. Kasih kami telah berkembang menjadi cinta yang lebih dalam, yang melibatkan pengertian, kesetiaan, dan pengorbanan. Kami berdua menyadari bahwa hidup ini singkat, dan kami harus memelihara hubungan ini selagi masih ada waktu. Setiap hari menjadi berharga, setiap momen menjadi kesempatan untuk saling menyayangi.

Menikmati Senja di Atas Dermaga Arkais Sorong dengan Latar Belakang Dermaga Pertamina. Foto: Dokumem Pribadi


Duduk di dermaga, saya melihat matahari semakin merosot, namun hati saya dipenuhi cahaya kebahagiaan. Kami menikmati kedamaian yang hadir di tengah kesederhanaan, dan itu adalah keindahan yang sejati. Senja bukanlah akhir dari kisah ini, ia adalah bagian dari perjalanan yang telah kami nikmati bersama dan yang akan terus kami jalani dengan penuh cinta.

Saya dan suami tahu bahwa takdir akan membawa kami pada suatu saat nanti. Namun, daripada terfokus pada kehilangan yang mungkin akan datang setiap saat, kami memilih untuk mengejar kebahagiaan sejati. Menciptakan kenangan indah, tertawa bersama, dan saling mendukung adalah cara kami menanggapi kenyataan bahwa hidup adalah anugerah yang harus dihargai.

Matahari senja menjadi saksi bisu atas kisah hidup kami yang penuh warna. Dalam cahayanya, kami berusaha menemukan ketenangan, kepuasan, dan cinta yang tak terhingga. Meski badai silih berganti mengguncang, tapi di dalam senja ini, kami menemukan kedamaian. Bersama suami, saya menikmati kebahagiaan menua, menggenggam erat setiap momen, dan menjalani sisa perjalanan hidup ini dengan penuh rasa syukur dan cinta.

Dermaga Arkais Sorong, 21 Januari 2024




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree