August 22, 2023 in Jelajah Nusantara, Uncategorized

Berenang dengan Penyu

Berenang dengan Penyu

Oleh Telly D


Penyu dan laut, dua elemen yang tak terpisahkan dalam harmoni kehidupan. (Telly D)

Berenang dengan Penyu? Mungkinkah? itu pertanyaan yang ada di benak saya ketika mengetahui bahwa di Pulau Liukang Loe orang bisa berenang bersama Penyu.

Pantai Liukang Loe. Foto: Dokumen Pribadi

Sungguh, saya meragukan hal ini. Bagaimana mungkin dapat berenang dengan penyu. Pulau Liukang Loe bukan tempat habitat penyu.

Habitat alami penyu terdapat di TN Komodo NTT, TN Wakatobi Sultra, TN Bali, Bali Barat, TN Bunaken Sulut, TN Karimunjawa, Jateng, KK Perairan Teluk Cendrawasih Papua Barat dan KK Perairan Pulau Seribu, Jakarta.

Pulau Liukang Loe juga bukan pantai Kawasan Konservasi (KK) tempat penangkaran penyu.

Jembatan Pulau Liukang Loe. Foto: Dokumen Pribadi

Pantai penangkaran penyu di Indonesia ada di Pantai Pramuka Kepulauan Seribu, Jakarta, Pantai Sukamade TN Meru Betiri, Jawa Timur, Pantai Ngurtafur Raja Ampat, Papua Barat. Pantai Bentar Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pantai Popoh Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dan lain-lain.

Namun membaca dan melihat foto-foto yang ada bertebaran di sosial media, terlihat orang dapat berenang dengan penyu sambil berpegangan, memeluk bahkan menggantungkan badan pada karapas (cangkang) penyu. Benar-benar sangat menggoda.

Pantai Bara. Foto: Dokumen Pribadi

Saya yang sementara berlibur di Pantai Bara, terpantik untuk datang ke Pulau Liukang membuktikan hal ini. Bertualang menikmati keindahan bawah laut Pulau Liukang sekaligus memberi pengalaman diri berenang dengan penyu.

Bagaimana saya tidak terpantik. Pulau Liukang Loe berada tepat di depan pantai Bara tempat saya sementara menikmati wisata pantai. Jarak tempuh dari Pantai Bara ke Pulau Liukang Loe hanya 45 menit. Ada speedboat dengan tarif carteran Rp 400.000 muat 10 orang. Sangat memungkinkan jika saya ingin mengunjunginya.

Berikutnya saya juga punya rasa ingin tahu, tentang satwa istimewa yang sangat dilindungi bahkan nyaris punah. Saya ingin saling bertatapan wajah dengannya. Satwa yang dijadikan simbol kebijaksanaan dan umur panjang dalam berbagai budaya di dunia.

Jembatan Pulau Liukang Loe. Foto: Dokumen Pribadi

Ada rasa penasaran, seperti apa satwa yang dilambangkan kesuburan, kelimpahan, dan keberuntungan. Bahkan dalam beberapa budaya, penyu dianggap sebagai binatang yang suci dan dihormati.

Dalam tradisi suku-suku pesisir, penyu menjadi simbol keberanian, kesetiaan, dan ketabahan karena penyu selalu kembali ke tempat bertelur yang sama setiap tahunnya dan melalui perjalanan yang panjang dan berbahaya untuk bisa mencapai tempat tersebut.

Orang mungkin tidak mengenal penyu dengan baik karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya konservasi penyu.

Beberapa orang mungkin juga salah mengartikan “penyu” dengan “kura-kura,” yang sebenarnya merujuk pada spesies yang berbeda.

Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa penyu sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perairan pantai dengan menjadikan objek wisata, menjual daging, telur penyu, dan kerajinan tangan dari bahan kulit penyu.

Mereka kurang tahu bahkan tidak peduli dengan manfaat besar penyu sebagai indikator kesehatan ekosistem laut, sebagai predator alami terhadap biota laut seperti ubur-ubur dan kepiting, serta sebagai pengatur populasi alga laut. Sehingga bisa dibayangkan dampak yang terjadi pada perairan lautan jika satwa ini punah.

Penyu masuk dalam kategori satwa yang sangat punah atau critically endangered. Populasinya semakin menurun drastis akibat aktivitas manusia, seperti perburuan, perdagangan ilegal, perusakan habitat, pencemaran laut, perubahan iklim dan sampah plastik.

Secara global, terdapat tujuh spesies penyu yang dikenal di dunia. Sedangkan di perairan Indonesia, terdapat enam spesies penyu yang hidup, yaitu: Penyu Belimbing atau Penyu Hijau (Chelonia Mydas). Penyu Sisik atau Penyu Kulit Belakang (Eretmochelys imbricata). Penyu Tempayan atau Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Penyu Hijau Pasifik atau Penyu Hijau Samudera (Chelonia Agassizii). Penyu Hijau India atau Penyu Hijau Asli (Chelonia Mydas Mydas). Penyu Sisik Indonesia atau Penyu Sisik Laut (Eretmochelys Imbricata Squamata).

Oleh karena itu, Indonesia memainkan peran penting dalam konservasi penyu global karena keberadaan spesies penyu yang penting berada di wilayahnya. Data dari International Union for Conservation Nature (IUCN), populasi penyu di seluruh dunia mengalami penurunan hingga 80% dalam 10 tahun terakhir.

Dengan semua keterangan di atas betapa menggairahkannya untuk punya pengalaman berenang dengan binatang langka dan sangat dilindungi itu. Saya tentu tidak ingin membuang kesempatan emas ini.

Saya membayangkan berenang bebas bersama penyu di perairan bebas. Seperti dalam film-film petualangan yang memperlihatkan orang berenang di antara penyu-penyu dibawah laut yang indah dengan terumbu-terumbu karang yang berwarna warni dan ikan-ikan kecil ada berenang di sekitar badan.

Saya akan berada di dunia yang berbeda dimana semua masalah dan kekhawatiran saya tidak lagi ada. Yang ada hanya keindahan bawah laut dan penyu-penyu yang menakjubkan.

Saya bisa memandangi dari dekat satwa ini. Saya bisa menikmati pesona tubuh besarnya yang berat ketika melayang di bawah air dengan gemulai, mengamati siripnya yang bergerak lembut memotong-motong air.

Saya bisa memandang dari dekat wajahnya yang lucu dengan ekspresi sabar dan bijak itu, melihat keindahan karakasnya yang berkilau indah penuh motif hasil lukisan alam. Dengan keingian itu saya sangat bersemangat menuju ke Pulau Liukang Loe.

Saya kecele, ternyata kondisi yang saya temukan bukan seperti yang saya bayangkan.

Berenang dengan Penyu. Foto: Dokumen Pribadi

Di situ, hanya ada 3 ekor jenis penyu hijau (Chelonia Mydas) yang dipelihara oleh masyarakat lokal. Penyu itu di kandangkan dalam sebuah arena di tengah lautan yang dipagari keliling oleh bambu atau pembatas sehingga penyu tidak bisa melarikan diri.

Penyu itu dikerangkeng dalam arena yang berbentuk lingkaran. Pengunjung dapat menikmati penyu melalui balkon yang mengelilingi arena itu. Ada disiapkan tempat duduk terbuat dari papan kayu buatan tukang lokal yang kasar dan sembrono, hanya untuk sekedar meletakkan badan jika ingin duduk di sekeliling arena itu.

Bagi pengunjung yang ingin berenang dan berfoto dengan penyu dapat antri dari balkon menuruni tangga dengan tariff Rp 10.000,- Masuk ke arena untuk berenang bersama penyu dan untuk kepentingan diambil gambarnya atau berfoto. Foto-Foto seperti inilah yang bertebaran di sosial media.

Berenang dengan Penyu. Foto: Dokumen Pribadi

Mengkerangkeng penyu dalam perairan dan menjadikannya tontonan pengunjung dapat memberikan dampak yang negatif bagi kesehatan dan kelangsungan hidup penyu.

Penyu yang dikerangkeng dalam ruang yang terbatas dan tidak alami akan mengalami stres yang signifikan, yang dapat memengaruhi kesehatan mereka. Kondisi buruk ini dapat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh dan menyebabkan penyakit atau kematian.

Kondisi kandang yang terbatas juga dapat mengganggu perilaku dan aktivitas penyu, seperti makan, mencari pasangan untuk berkembang biak, dan mencari tempat bertelur.

Penyu yang dikerangkeng dapat mengalami penurunan keberhasilan reproduksi, karena kondisi kandang yang tidak alami dan tidak memungkinkan mereka untuk mencari pasangan dan menetaskan telur secara alami.

Berenang dengan Penyu. Foto: Dokumen Pribadi

Jika penangkapan dan pemeliharaan penyu dalam kandang dilakukan secara tidak terkontrol, maka hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup spesies penyu secara keseluruhan, terutama jika spesies tersebut dalam kondisi yang rentan atau terancam punah.

Oleh karena itu, mengkerangkeng penyu dalam perairan dan menjadikannya tontonan pengunjung tidaklah disarankan dan harus dihindari. Sebagai gantinya, dapat mempromosikan aktivitas pengamatan penyu yang ramah lingkungan, seperti melihat penyu dari jauh saat mereka sedang mencari makan atau bertelur di pantai, atau mengikuti program konservasi penyu yang terkait.

Dengan cara ini, kita dapat menikmati keindahan penyu dan membantu mempertahankan keberadaannya di alam secara alami dan sehat.

Kegiatan berfoto dengan penyu yang dilakukan secara tidak terkontrol dapat memicu penangkapan dan perdagangan ilegal penyu yang mengancam kelangsungan hidup spesies ini.

Menghormati keberadaan dan hak penyu sebagai makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam ekosistem laut dan memahami dampak dari kegiatan yang dilakukan terhadap kehidupan laut dan ekosistem yang terkait.
Kekecewaan itu saya bayar dengan menuliskan puisi ini.

Penyu
Di laut yang luas dan biru
Ada mahluk berenang dengan riang
Tak tergesa-gesa
Tanpa hiruk pikuk
Mereka adalah penyu, simbol kedamaian alam

Lihatlah mereka berenang dengan santai
Mencari makan di antara terumbu karang
Melayang-layang, melambai-lambaikan kaki
Menyelam dan muncul, lalu kembali lagi
Indahnya pesona penyu di alam bebas

Mereka begitu lembut dan tenang
Tak ada keinginan yang berlebihan
Hidup dalam harmoni dengan alam

Kita punya tanggung jawab untuk melindungi
Karena keberadaan mereka menjadi penting
Di bawah laut yang biru dan luas
Mari jaga keindahan dunia dengan bijaksana.

Bara, November 2022




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree