RESENSI BUKU Becoming a Creative Writer: Menulis Itu Menjadi, Bukan Sekadar Mengolah Kata

RESENSI BUKU
Becoming a Creative Writer:
Menulis Itu Menjadi, Bukan Sekadar Mengolah Kata
Oleh DASWATIA ASTUTY
Tinggal di Makassar Sulawesi Selatan, Pegiat Literasi, Penasihat Rumah Virus Literasi (RVL), Penulis dengan 50 judul buku.
——————————————————————————————————————–
Judul : Becoming a Creative Writer: Proses Kreatif Menuju
Buku Paling Dicari
Penulis : Much. Khoiri
Penerbit : Kamila Press
Tahun Terbit : Cet.Pertama, April 2025
Tebal : xii + 244 halaman
Ukuran Buku : 14,5 x 20,5 cm
ISBN : 978-623-827-81-8
Kategori : Nonfiksi, Literasi, Panduan Menulis
——————————————————————————-
Saya kira saya sudah banyak menulis. Bertahun-tahun, menulis ini dan itu, menerbitkan buku, mengajar menulis, memberi motivasi tentang pentingnya berkarya. Tetapi buku Becoming a Creative Writer karya Much. Khoiri ini membuat saya diam. Tidak tersinggung, tidak patah semangat, tapi tersentak. Karena ternyata, saya belum betul-betul menjadi penulis.
Lewat buku ini, Much. Khoiri mengingatkan batas kelayakan orang disebut penulis. Saya merasa masih miskin ilmu menulis, terlebih jika diwadahi ke dalam genre-genre utama penulisan kreatif: prosa fiksi, puisi, drama, dan nonfiksi kreatif (Olsen 2023; Khoiri 2025). Saya merasa wajib berproses dan berprogres.
Di mata Much. Khoiri: “Penulis yang benar-benar penulis senantiasa mengalami proses menjadi (becoming a writer)…Menjadi penulis itu bukan tujuan akhir yang dituju oleh seorang penulis, melainkan tujuan antara, yang selalu dinamis dan berkelanjutan….Ada serangkaian proses yang berjalin kelindan dari fase satu ke fase berikutnya.”
Begitulah, prakata dan esai-esai pembuka buku ini mulai menggugah kesadaran bahwa menjadi penulis kreatif harus dilandasi pemahaman yang benar tentang menulis kreatif, dan dibayar dengan praktik yang sungguh-sungguh. Inilah tujuan penulisan buku ini—mengajak kita memahami tentang konsep dan praktik nyata untuk menjadi penulis kreatif, lewat 46 esai yang disusun dalam empat bagian:
Bab 1 – Menghayati Proses Kreatif. Di bagian ini, kita diajak untuk memahami bahwa menjadi kreatif tidak bisa dipaksakan. Kreativitas adalah buah dari kesadaran, kepekaan, dan keteladanan. Penulis membahas bagaimana pengaruh bisa memperkaya atau membatasi tulisan kita, serta pentingnya memiliki visi jangka panjang dalam menulis. Ia mencontohkan sosok Naguib Mahfouz sebagai teladan kesetiaan di dunia penulisan.
Bab 2 – Motivasi dan Prinsip Menulis. Inilah bagian yang paling menggugah. Di sini, menulis dibicarakan bukan sebagai bakat, tapi sebagai tanggung jawab. Ada ajakan untuk membaca lebih dalam, menyerap nilai hidup, dan menjaga semangat. Bagi penulis, komunitas menulis bukan sekadar tempat kumpul, tetapi ekosistem spiritual dan intelektual yang menopang kita bertahan di jalan sunyi ini.
Bab 3 – Latihan dan Praktik Menulis. Apa gunanya ide jika tak pernah dituliskan? Di bagian ini, Much. Khoiri menawarkan cara-cara sederhana agar menulis menjadi kebiasaan. Ia tidak menyuruh kita pindah ke tempat tenang atau membeli alat mahal, cukup menulis dari rumah, dari hati, dari pengalaman. Ia juga memberi strategi menerbitkan karya, mulai dari antologi bersama hingga buku mandiri.
Bab 4 – Karya yang Berdampak. Ini bagian yang membuat saya berpikir panjang: bahwa menulis bukan hanya untuk memuaskan diri, tetapi juga untuk menebarkan pengaruh baik. Bagi Much. Khoiri, tulisan yang baik adalah yang hidup dalam kehidupan pembaca, bukan hanya yang viral atau memenangkan lomba. Di sinilah saya sadar bahwa menulis adalah bentuk sedekah ilmu yang tak pernah habis nilainya.
Menulis dapat membuat perubahan.
Meski demikian, saya tidak akan membocorkan lebih banyak lagi tentang buku ini. Perkenalan singkat tentang bab-bab itu sudahlah memadai sebagai pemicu. Sementara, setiap bab mengandung percikan yang menyala di waktu yang tak disangka. Kadang satu kalimat bisa menghentikan kita, atau justru mendorong kita menulis lagi setelah lama terdiam.
Kemudian, apa kelebihan buku ini? Buku ini istimewa karena ia ditulis dengan berbasis pengalaman, bukan sekadar pengetahuan. ia tidak sekadar memberi tahu cara menulis, tapi membangun karakter penulis. Much. Khoiri sendiri seorang penulis senior, dengan 79 judul buku yang telah diterbitkan. Ia mengajak kita berpikir lebih dalam: untuk apa dan kepada siapa kita menulis?
Kedua, buku ini tidak membuat kita merasa hebat, tapi membuat kita ingin lebih jujur pada tulisan sendiri. Ia tidak memerintah, tidak menasihati. Ia hanya menyapa, menuntun, dan mengantar kita menemukan arti dari menjadi penulis. Buku ini hadir untuk menjadi teman kita menemukan proses menulis kreatif sendiri.
Yang membuat buku ini penting adalah gaya penulisannya ringan namun reflektif. Setiap esai terasa seperti percakapan akrab antara penulis dan pembaca. Tidak menggurui, tidak terburu-buru, hanya mengingatkan secara halus bahwa menulis bukan tujuan akhir, melainkan proses pembentukan diri. Inilah makna utama dari judulnya becoming.
Lebih penting lagi, meski tidak memuat teknik penulisan secara mendetail, buku ini justru menjawab kegelisahan yang lebih mendasar: mengapa kita menulis, dan untuk siapa. Ia cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin menulis dengan kesadaran, bukan sekadar karena tren—pemula, guru, aktivis literasi, atau siapa saja yang sedang berproses menulis sebagai jalan menjadi manusia lebih jujur, peka, dan bertanggung jawab.
Tersebab itulah, sebagai epilog, jika Anda sedang menulis dan merasa tak tahu untuk ada dan siapa, mungkin buku ini bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Sebab, pada akhirnya, menulis itu bukan tentang hasil; Lebih dari itu, menulis itu tentang proses menjadi.[]
Makassar, 3 Juni 2025

July 11, 2025 at 2:33 pm
Shirley2331
Start sharing, start earning—become our affiliate today! https://shorturl.fm/n8ROp
July 10, 2025 at 12:24 pm
Regina1619
Refer and earn up to 50% commission—join now! https://shorturl.fm/Yod0w
July 9, 2025 at 3:27 pm
Barry2147
Promote our brand, reap the rewards—apply to our affiliate program today! https://shorturl.fm/l5SqC
July 8, 2025 at 10:40 pm
Mukminin
Maren= Mantab dan keren Resensinya