SUNNAH MENYAMPAIKAN

Pentigraf
SUNNAH MENYAMPAIKAN
Oleh: Daswatia Astuty
Dulu aku pikir diam adalah bentuk tertinggi dari sabar, terutama saat beribadah. Maka ketika rombonganku salah tenda dan tertinggal jadwal, aku diam. Ketika makanan datang telat dan obat lambungku telat diminum, aku tetap diam. Bahkan saat seorang jemaah lansia terjatuh karena tidak ada yang membantu membawakan koper, aku hanya mengucap istighfar sambil menahan marah dalam dada. Aku mengira semua itu bentuk ketakwaan.
Tapi malam itu, saat duduk di pelataran Masjidil Haram dengan seorang jemaah dari Maroko, ia berkata pelan, “Nabi juga menyampaikan jika ada yang salah. Diam itu mulia, tapi menyuarakan yang benar juga sunnah.” Kata-katanya menancap seperti embun di batu panas pelan tapi menembus. Aku mulai berpikir, mungkin selama ini aku bukan sedang sabar, tapi sedang takut.
Dan untuk pertama kalinya, aku mengangkat tangan dan bertanya, “Apakah bisa disediakan air minum lebih awal untuk lansia?” Suaraku gemetar, tapi hatiku terasa lebih tenang dari sebelumnya.
Makassar, Mei 2025

July 11, 2025 at 2:34 pm
Jimmy3237
Earn big by sharing our offers—become an affiliate today! https://shorturl.fm/AcYJQ
July 10, 2025 at 12:24 pm
Jaiden836
Share your unique link and earn up to 40% commission! https://shorturl.fm/lIsi3