June 14, 2024 in Uncategorized

Nadhira dan Puang Firul

Nadhira dan Puang Firul

Oleh Telly D.


Puang Firul adalah saudara kandung ayah Nadhira. Dia satu-satunya saudara laki-laki yang ayah Nadhira miliki, karena itu Puang Firul adalah paman atau om Nadhira. Nama lengkapnya La Ode Metamagfirul Djadir, ST, M.ST. Nadhira menyapanya dengan panggilan Puang Firul mengikuti tradisi budaya dalam keluarga kita.

Ketika catatan harian ini Nenek tulis, Puang Firul belum memiliki keluarga sehingga kehadiranmu menjadi satu-satunya anak atau keponakan yang Puang Firul miliki. Nadhira sangat istimewa baginya. Kamu menjadi pusat kasih sayang juga sekaligus objek kejahilannya. Ketika mengetahui kedatangan Nadhira ke Indonesia, Puang firul sudah menyiapkan Sorong untuk tempat Nadhira berlibur dan beraktivitas setelah di Makassar.

Puang Firul selalu membayangkan Nadhira berlari-lari sepuasnya dalam holl pabriknya, bermain di sepanjang pelataran parkir yang luas bahkan bisa berkemah dan berenang di sekitar dermaga. Puang Firul ingin menjadi paman yang mengajarimu mengenal alam, perahu, kapal, ikan dan berbagai jenis udang yang ada di pabriknya dan kemudian memanggang dan makan bersama di dermaga sambil menanti senja di sore hari. Demikianlah mimpi yang dibangun Puang Firul menunggu kedatanganmu.

Namun mimpi itu harus terunda, Kakek Puang Ida yang jatuh sakit akhirnya membuat kita hanya berkumpul semua di rumah induk di Makassar.

Nadhira menjadi objek kasih sayang. Puang Firul selalu ingin memberi perhatian pada Nadhira, kamu dipeluk dan diamati aktivitasnya. Kadang-kadang kamu dibelikan mainan dan menemani bermain. Dibelikan makanan es kirim, pizza, ayam goreng, buah dan beragam jenis yang lain. Makan dan bersenang-senang bersama, apalagi ayahbunda sudah melatihmu memiliki kemampuan tidak memilih makanan.

Ekspresi Nadhira Ketika Diganggu Sama Puang Firul. Foto: Dokumen Pribadi


Melihat Nadhira lucu dan menggemaskan, Puang Firul suka mengganggu Nadhira sampai membuat Nadhira ngambek. Ada saja tingkah Puang Firul. Apakah menarik mainan yang sementara Nadhira pegang, mematikan TV jika Nadhira sedang menonton, atau menggendong Nadhira jika sementara serius bermain. Kamu tentu memberontak keberatan diganggu kesenangannya. Jika Nadhira sudah ngambek maka Puang Firul jadi punya tugas tambahan membujuk Nadhira sampai mau berbaikan lagi dan itu memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Kamu sudah pandai memperlihatkan ketidak senangan dengan membuang pandangan matamu, atau memalingkan wajahmu dan membuat merenggut mulutmu. Lucu sekali Jika ngambekmu parah badanmu pun kamu hindari untuk disentuh Pung Firul.

Puang Firul menikmati ngambekmu dan berusaha keras untuk mengatasinya. Ayah Nadhira kadang terlibat menyemangati “jangan mau nak dibujuk.” Jika sudah begini maka nenek juga ikut-ikut mengatakan “jangan mau dibujuk Nadhira, biarkan Puang Firul keluarkan semua kemampuan terbaiknya merayumu.”

Jika sudah demikian, Puang Firul justru sebaliknya kesenangan dan mengatakan “lucunya…lucunya” atau pintarnya…pintarnya.” Puang Firul selalu menikmati kemampuan bertahanmu yang tangguh tidak tergoda.

namun jika ibunda sudah menyatakan “Nadhira maafkan puang Firul nak, tak boleh begitu,” kamu patuh dan spontan menebar senyum lebarmu sehingga gigimu yang sudah banyak nampak berjejer rapi dan kamu menambah dengan memberi tepuk tangan sambil tergelak-gelak.

Puang Firul bangga memiliki keponakan semenarik kamu. Dia selalu memuji kepandaianmu dengan menanyakan kepada ayah “bagaimana membuat Nadhira bisa selincah itu, bagaimana melatihnya sehingga secerdas itu bahkan sampai menanyakan makan apa ketika Nadhira dihamilkan sehingga lahir anak yang memesona begini.”

Nadhira dan Puang Firul. Foto: Dokumen Pribadi


Ayahbunda juga sangat bangga denganmu, suka berbagi pengalaman dan tips bagaimana melatihmu sehingga punya kebiasaan yang baik, punya keberanian, punya kemandirian bahkan ibunda Zieha membuka rahasia yang dia sangat yakini membuat putrinya sehingga membuat orang tertarik jika melihat wajahnya yang cantik.

Nenek terpana dengan cerita ibunda Zieha tentang buah safarjal, yang beliau upayakan makan ketika sementara umrah dan ziarah ke Thaif. Nadhira masih berusia 3 minggu dalam kandungan ketika ayahbunda melaksanakan umroh.

Ibunda Zieha merasa beruntung karena tepat beliau ziarah ke Thaif lagi musim buah safarjal. Dengan senang hati dia membelinya dan selalu memakannya. Buah itu hanya dibeli dengan harga 20 real untuk 5 buah.

Nenek sungguh tidak tahu apa itu buah safarjal, ayah ifat membuka internet dan memberi penjelasan tentang buah safarjal.

Dari gambar terlihat bahwa buah safarjal (queni) berbentuk bulat seperti apel dengan ujung yang lebih menonjol, dan berwarna kuning keemasan. Menurut bunda Zieha tekstur dagingnya keras dan rasanya asam, sehingga jarang dimakan langsung.

Safarjal lebih banyak diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan menyehatkan, seperti manisan, sirup, saus, jelly, dan pudding.

Safarjal kaya akan vitamin dan mineral penting bagi kehamilan. Safarjal mengandung vitamin C, folat, kalium, dan serat yang penting untuk kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Vitamin C membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penyerapan zat besi, folat penting untuk perkembangan otak dan saraf bayi, kalium membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung, dan serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Safarjal dapat membantu meredakan mual di pagi hari. Hal ini karena kandungan pektin dalam safarjal yang membantu menenangkan perut.

Safarjal dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama kehamilan. Serat dalam safarjal membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, yang merupakan masalah umum selama kehamilan.

Dalam konteks kehamilan, safarjal dikaitkan dengan berbagai kepercayaan.
Makan safarjal dapat mempercantik anak. Ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan wanita hamil untuk makan safarjal.

Terdapat dua hadis yang diriwayatkan tentang buah safarjal dan wanita hamil, yaitu:

Dari Khalid bin Ma’dan, dari Thalhah bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah SAW. memberikan kepadaku buah quince (safarjal) dan bersabda, ‘Makanlah ini! Sesungguhnya ini dapat membahagiakan hati.” (HR. Ibnu Majah)
Dari Yahya bin Yahya, dari Khalid bin Ma’dan, dari Thalhah bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah SAW. memberikan kepadaku buah quince (safarjal) dan bersabda, ‘Berikanlah ini kepada wanita-wanita yang sedang hamil pada bulan ketiga dan keempat kehamilannya.” (HR. Al-Hakim)

Hadis pertama tidak secara spesifik menyebutkan manfaat safarjal bagi wanita hamil. Hadis ini lebih fokus pada manfaat safarjal untuk membahagiakan hati.

Hadis kedua secara khusus menyebutkan manfaat safrjal untuk wanita hamil, yaitu untuk diberikan kepada wanita hamil pada bulan ketiga dan keempat kehamilannya.

kedua hadis ini memiliki tingkat otentisitas yang berbeda. Hadis pertama termasuk dalam kategori dhaif (lemah), sedangkan hadis kedua termasuk dalam kategori hasan (baik).

Dari cerita ayahbunda, nenek semakin bersyukur mengetahui betapa seriusnya ayahbunda melaksanakan amanah Allah memeliharamu sebagai titipan-Nya.

Demikianlah suasana rumah selama Nadhirah ada. Banyak hal yang nenek, ayahbunda, dan paman diskusikan dan diskusi yang paling menarik adalah diskusi tentang Nadhira. Pertumbuhan dan perkembanganmu membawa berkah yang menguatkan ikatan kekeluargaan kita menjadi semakin erat.

Makassar,10 April 2024




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree