July 23, 2022 in Jelajah Nusantara, Uncategorized

Puncak Waruu, Tomia. Tempat Menikmati Senja

Puncak  Waruu, di Tomia

Tempat Menikmati Senja

Oleh Telly D

Pulau Tomia memiliki keindahan bawah laut yang tidak diragukan lagi. Memiliki pantai yang berpasir putih halus dengan air laut yang jernih. Selain itu Pulau Tomia juga memiliki keindahan daratan pada ketinggian yang tidak kalah menariknya.

Adalah Bukit Waruu yang berada di sebelah selatan Pulau Tomia. Menawarkan keindahan senja melalui puncaknya yang disebut Puncak Waruu. Tepatnya Bukit Waruu ini terletak di Desa Kahianga, Kecamatan Tomia Timur.

Dahulunya tempat ini tidak dilirik, hanya merupakan hamparan padang rumput yang luas. Batu kerikil tersebar di seluruh permukaan bukit ini. Udara yang panas terik yang memanggang membuat orang berpikir untuk mengunjunginya apalagi menikmati pemandangan alamnya.

Setelah bandara udara ’’Maranggo’’ dibangun dilokasi ini, Wakatobi dibuka sebagai tempat wisata dunia. Daerah ini kemudian dibenahi dan menjadi tujuan wisata. Orang ramai mengunjungi untuk menikmati panorama alam dan senja di sore hari.

Sabana di Puncak Waru
Sumber : Dokumen Pribadi

Ketika saya mengunjunginya, jalanan menuju ke tempat ini sudah mulus dicor beton. Kondisi lingkungannya sudah tertata dengan baik. Sudah nyaman dan aman. Ada tempat parkir yang luas. Ada beberapa gazebo yang dibangun untuk tempat duduk menikmati keindahan alamnya. Ada jalan setapak yang menghubungkan antara bagunan-bangunan yang ada termasuk gazebo-gasebo. Tepat di puncak Bukit Waruu dibangun pelataran yang indah dengan pilar-pilar tugu yang bertuliskan’’tomia.’’

Puncak Waru dengan Tugu Tomia.
Sumber : Dokumen Pribadi

Tugu Tomia menjadi spot utama tempat yang sangat diminati untuk berfoto di bawah huruf-huruf tulisannya. Orang mesti sabar menunggu giliran.

Merasa tidak sah jika tidah berfoto di sini. Tulisan tomia yang menjadi latar belakang foto dan pemandangan laut dari ketinggian, sebagai bukti bahwa pengunjung pernah menginjakkan kaki di Puncak Waruu yang terkenal di Wakatobi ini.

Dari puncak waruu saya bisa melihat alam secara luas. Padang savana yang terhampar luas berliku-liku mengikuti irama perbukitan yang ada. Indah mempesona bak berada dipadang savana Afrika saja.

Sabana yang membentang luas di Puncak Waruu
Sumber : Dokumen Pribadi

Laut yang berwarna biru terhampar luas nun jauh di bawah.  Terlihat perahu-perahu yang sementara berlayar. Pantai dengan pohon nyiur mengitari sepanjang pesisir pantai. Jalan-jalan kampung mengular berwarna putih. Rumah-rumah pemukiman penduduk di Usuku yang berkelompok-kelompok menambah keindahan pemandangan dari atas puncak ketinggian.

Pemandangan lepas, bebas menghadap ke selatan samudera. Memandang jauh Pulau Binongko yang tegar berdiri membatasi gugusan kepulauan Wakatobi.

Jika berdiri tepat di puncak waruu. Arah Barat lereng bukit, tampak Bandara Maranggo dengan lintasan landasan pacu pesawat terbang. Dari arah barat ditengah lautan ada terlihat sebuah daratan kecil dengan banyak pohon kelapa sendirian di tengah laut. Itu adalah pulau Sawa. Salah satu tempat istimewa bagi penggemar wisata.

Semakin menjelang senja tempat ini semakin ramai dikunjungi. Tempat ini sangat romantis sehingga menarik orang mengunjungi dengan membawa pasangan atau teman menikmati indahnya pesona senja.

Menurut informasinya, jika pada saat akhir pekan, area parkir kadang sudah tidak mampu menampung kendaraan pengunjung yang datang. Parkir kendaraan sampai luber ke jalan utama.

Pemandangan laut dari Puncak Waruu.
Sumber : Dokumen Pribadi

Selain pengunjung lokal, beberapa wisatawan domestik dan mancanegara terlihat juga di tempat ini. Jumlahnya tidak banyak namun kehadiran mereka sudah membuktikan bahwa pesona Pulau Tomia khususnya Puncak Waruu sudah terdengar ke penjuru dunia.

Menikmati senja di Bukit Waruu sambil menghirup kopi hangat. Saya kehilangan kata untuk menafsirkan keindahannya. Tiada kata yang cukup bisa menafsirkan keindahan alam di atas ketinggian, selain memuji dan bersyukur pada pencipta-Nya.

Sepertinya masih lebih aman menjelajahi alam terliar di muka bumi ini, ketimbang harus berjelajah ke dalam belantara hati seseorang yang sangat saya cintai.

Tomia, Mei 2022




One Comment

  1. March 25, 2024 at 3:46 pm

    Otto Sypniewski

    Reply

    Excellent write-up

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree