BAJU KEDUA
PentigrafBAJU KEDUAOleh: Telly D.Setiap pagi perempuan itu kembali ke sudut tenda, membawa sehelai baju yang sama. Ia mencucinya dengan air dingin, menjemurnya di tali plastik, lalu menunggu sampai ke ...
DOA YANG TERTUKAR
Pentigraf DOA YANG TERTUKAROleh: Telly D.Menjelang magrib, tenda pengungsian selalu menjadi lebih sunyi. Lampu-lampu kecil menyala, dan seorang lelaki duduk bersila di tengah kami. Ia menyebut satu na ...
ANGKA TERAKHIR
PentigrafANGKA TERAKHIROleh: Telly D.Aku disuruh menghafal nomor tenda supaya mudah dicari. Tapi aku lebih sering menghafal bunyi lapar di perutku. Di pengungsian, orang dewasa sibuk mencatat dan memo ...
HANYA SEBAGAI SAKSI
Pentigraf HANYA SEBAGAI SAKSI Oleh: Telly D.Di kampung kecil Morowali, aku mengajarkan murid-muridku tentang cinta tanah air dan kedaulatan, tentang bagaimana bangsa berdiri di atas aturan yang dijaga ...
RAHASIA DI MOROWALI
PentigrafRAHASIA DI MOROWALIOleh: Telly D.Aku menggenggam tangan anakku di jalan tanah berdebu Morowali. Angin laut membawa aroma asin, debu menari di kaki kami, dan di depan terbentang hanggar berkil ...
JEJAK DI BALIK ARUS
PentigrafJEJAK DI BALIK ARUSOleh: Telly D.Banjir itu bukan sekadar bencana; bagi ayah, ia terasa seperti tamparan dari langit yang mengungkap kejahatan di tanah sendiri. Dari bukit yang terkupas habis ...
TIDAK ADA KATA MAAF
Pentigraf TIDAK ADA KATA MAAFOleh: Telly D.Banjir itu datang tanpa memberi ruang bernapas. Rumah ayah roboh perlahan, seperti tubuh tua yang menyerah pada luka yang terlalu lama dipendam, sementara ar ...
TERSERET ARUS
Pentigraf TERSERET ARUSOleh: Telly D.Gemuruh asing membangunkanku. Tanah bergetar, udara dipenuhi bau basah dan serpihan halus. Hujan turun seolah memburu dunia, dan sebelum sempat memahami apa yang t ...
PESAN TERAKHIR
Pentigraf PESAN TERAKHIROleh: Telly D.Tanah di hadapanku mulai lembek ketika banjir akhirnya mereda. Saat aku menggali lubang pertama bagi para korban yang ditemukan di sepanjang sungai, dadaku terasa ...