MENJEMPUT PULANG SEKOLAH

MENJEMPUT PULANG SEKOLAH
Oleh: Telly D.
Nadhira sayang
Hari ini, nenek sangat bersemangat menjemputmu dari sekolah. Hati nenek dipenuhi rasa ingin melihat wajah ceriamu setelah seharian belajar dan bermain bersama teman-teman di PCF Sparkletots. Saat nenek tiba di sekolah, suasana masih ramai dengan anak-anak yang sedang menyelesaikan aktivitas mereka. Nenek berjalan perlahan menuju kelasmu, dan diam-diam mengintip dari jendela untuk melihat apa yang sedang kamu lakukan.
Ternyata, tanpa nenek sadari, kamu sudah lebih dulu melihat nenek dari dalam kelas! Mata mungilmu yang cerah langsung berbinar, dan sebelum nenek sempat melambaikan tangan, kamu sudah berlari kecil menemui gurumu. Dengan suara yang penuh semangat, kamu berkata kepada gurumu bahwa nenek sudah datang menjemput. Oh, betapa terkejutnya nenek melihat reaksimu yang begitu antusias! Hati nenek meleleh karena merasa begitu spesial bagimu.
Gurumu tersenyum dan mulai membantumu bersiap-siap untuk pulang. Tas ransel kecilmu diambil dan dipastikan isinya lengkap. Tapi sebelum kita bisa pulang, ada satu hal penting yang harus dilakukan pemeriksaan kesehatan! Ya, sekolah ini sangat peduli dengan kesehatan setiap anak, bahkan sebelum pulang pun mereka ingin memastikan bahwa semua anak dalam kondisi baik.
Kamu duduk dengan tenang saat suhu tubuhmu diukur. Kemudian, gurumu dengan lembut memeriksa tanganmu, memastikan tidak ada ruam atau luka. Mulut, telinga, hingga jari-jari kakimu pun diperiksa dengan teliti. Semua ini dilakukan agar mereka yakin bahwa kamu pulang dalam kondisi sehat dan siap kembali belajar keesokan harinya. Bahkan, proses pemeriksaan ini direkam dalam foto-foto sebagai bagian dari catatan kesehatanmu. Nenek sangat kagum melihat betapa telitinya sekolah ini dalam menjaga kesehatan murid-muridnya.
Setelah semuanya selesai, akhirnya kita bisa pulang! Kamu menggenggam tangan nenek erat-erat saat kita berjalan keluar dari sekolah. Wajahmu penuh dengan keceriaan, dan seperti biasa, kamu langsung mulai bercerita tanpa henti. Kamu menceritakan tentang apa yang kamu pelajari hari ini, tentang teman-temanmu, tentang permainan yang kamu mainkan, dan bahkan tentang makanan yang kamu makan saat istirahat. Suaramu begitu ceria, penuh semangat, seolah-olah kamu ingin membagikan setiap momen kecil yang kamu alami di sekolah.

Berjalan Menuju Apartemen Tempat Tinggal. Foto: dokumen Pribadi
Sambil berjalan pulang, nenek mendengar kamu bernyanyi kecil. Oh, Nadhira sayang, nenek semakin menyadari betapa istimewanya dirimu. Dalam kondisi apa pun, kamu selalu menemukan cara untuk bergembira. Meskipun nenek tahu kamu pasti lelah setelah seharian di sekolah, kamu tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, kamu menghibur dirimu sendiri dengan bernyanyi dan berceloteh sepanjang jalan.
Tangan mungilmu tetap menggenggam tangan nenek dengan erat, seakan ingin memastikan bahwa kita tetap bersama sepanjang perjalanan. Setiap langkah yang kita ambil terasa ringan, seakan kegembiraanmu menular ke dalam hati nenek. Perjalanan pulang yang panjang justru menjadi momen yang menyenangkan karena kita bisa berbagi cerita dan tawa bersama.
Akhirnya, setelah berjalan cukup lama, kita sampai di rumah. Kamu tampak sedikit mengantuk, tapi tetap tersenyum puas. Nenek merasa sangat beruntung bisa mengalami momen-momen indah seperti ini bersamamu. Setiap hari menjemputmu dari sekolah bukan sekadar tugas bagi nenek, tapi adalah kebahagiaan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.
Terima kasih, Nadhira sayang, karena telah membuat pengalaman menjemputmu menjadi begitu istimewa. Semoga setiap hari kita bisa terus berbagi cerita, tawa, dan nyanyian yang membuat hati kita selalu hangat dan bahagia. Nenek sayang sekali padamu!
Woodlands Singapore, 24 Maret 2025

Leave a Reply