KURSI PAGI

Pentigraf
KURSI PAGI
Oleh: Telly D*)
Setiap pagi setelah pensiun, Pak Wira menarik kursi ke teras. Ia duduk menghadap jalan kecil yang dulu ia lewati selalu dengan tergesa. Kini, ia menghafal bunyi langkah tetangga, penjual sayur, dan anak-anak berangkat sekolah. Waktu terasa panjang, tapi juga rapuh. Ia sering bertanya dalam hati: untuk apa hari ini dibuat jika tak ada yang menunggu hasilnya.
Suatu pagi, seorang tetangga bercanda, “Enak ya, Pak, sekarang cuma duduk-duduk.” Pak Wira tersenyum, meski kata itu menusuk. Duduk-duduk terdengar ringan, padahal ia sedang belajar menata ulang harga dirinya. Konflik itu tidak gaduh, tapi terus menggerogoti: bagaimana menerima bahwa nilai diri tak lagi diukur dari kesibukan.
Hari itu, kursinya tetap di teras sampai siang. Seorang bocah berhenti, menanyakan PR yang tak dipahaminya. Pak Wira menjelaskan perlahan, dengan sabar yang dulu jarang ia punya. Bocah itu pulang sambil melambai. Pak Wira tersenyum ternyata ia tidak kehilangan peran, hanya berganti penonton.
Makassar, 5 Januari 2026
______________________
Telly D.*) adalah nama pena dari Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., adalah seorang Pegiat Literasi, Penasihat Komunitas Menulis RVL,Pemerhati Pendidikan, Pekerja Sosial Kemanusiaan, Ka LPMP Sulbar 2009 – 2016 dan Ka PPPPTK Matematika Jogyakarta 2016 – 2020, Ibu Rumah Tangga, Pelukis dan Penulis lebih 60 Judul buku. Buku terakhir “Kartini Zaman Kini” 45 Tangan Menahan Cahaya (2025).

Leave a Reply