ROTI HANGAT

Pentigraf
ROTI HANGAT
Oleh: Telly D.
Setiap pagi Lina membawa sepotong roti hangat ke meja gurunya. Mereka jarang bicara banyak, hanya senyum singkat yang cukup membuat udara kelas terasa berbeda. Semua orang tahu, guru itu sudah beristri, dan Lina sadar benar bahwa perasaannya adalah jalan sempit yang tak boleh dilewati. Namun setiap kali roti itu diletakkan di meja, seolah ada kata-kata cinta yang diam-diam dititipkan.
Guru itu selalu menerimanya dengan hati-hati, memotong roti perlahan, lalu menyisihkan setengahnya untuk Lina. Tak ada pengakuan, tak ada janji, hanya keheningan yang mereka pahami bersama. Kadang mata mereka bertemu lebih lama dari seharusnya, seperti ada percakapan rahasia yang tak butuh suara.
Sampai suatu sore, ketika hujan turun deras, Lina menatap roti yang masih hangat di antara mereka. Ia ingin membuat pengakuan, tapi bibirnya membeku. Guru itu tersenyum menatapnya, lalu berkata pelan, “Terima kasih. Kau membuat hari-hariku terasa hangat.” Itu saja, dan bagi Lina, kehangatan yang singkat itulah bentuk cinta yang paling mungkin mereka miliki.
Makassar 30 September 2025

November 26, 2025 at 8:10 am
Hazel2543
https://shorturl.fm/ytvMA
November 26, 2025 at 3:13 am
Jesus3750
https://shorturl.fm/RgSva