SEBELUM SINYAL HILANG

Pentigraf
SEBELUM SINYAL HILANG
Oleh: Telly D.
Pagi itu Bu Ratna menampar Arga di depan kelas. Hanya sekali, tapi cukup membuat ruangan membeku. Siang harinya, ia merekam video tentang etika dan kesabaran, senyumnya lembut, suaranya menenangkan, seolah tak ada luka yang baru saja lahir. Malamnya, video itu viral. Pujian datang, tagar GuruTeladan memenuhi layar.
Namun esoknya, video lain muncul: rekaman tamparan itu, direkam diam-diam dari bangku belakang. Dunia maya berbalik arah. Dari panutan, Bu Ratna menjadi bahan cercaan. Arga menonton dengan dada sesak; ia tahu siapa yang menyebarkannya, tapi tak punya keberanian mengaku. Ia hanya ingin semuanya berhenti, tapi layar tak mengenal belas kasihan.
Pagi berikutnya, meja guru kosong. Di atasnya, ponsel retak dengan pesan terakhir: “Maaf, jangan jadikan amarah atau maaf sebagai konten.” Arga menatapnya lama, lalu menghapus semua akunnya sendiri. Sinyal di sekolah tiba-tiba hilang, seolah dunia lelah berbicara. Di papan tulis masih tertulis samar: “Kesalahan adalah cara Tuhan mengajar manusia.” Untuk pertama kalinya, Arga merasa benar-benar mendengar bukan dari layar, tapi dari sunyi.
Sorong, 3 November 2025

November 10, 2025 at 2:19 am
N. Mimin Rukmini
Mantap selalu Bun! Refleksi akhir yang keren!!!