KELAS DI BAWAH POHON MANGGA

Pentigraf
9
KELAS DI BAWAH POHON MANGGA
Oleh: Telly D.
Ibu Lastri bukan guru bersertifikat. Ia hanya ibu rumah tangga, pensiunan buruh tani, yang setiap sore menggelar tikar di bawah pohon mangga depan rumahnya. Anak-anak dari kampung datang dengan membawa buku lusuh, pensil tumpul, dan wajah penuh ingin tahu. Mereka duduk melingkar, dan Ibu Lastri mulai bercerita tentang sejarah bangsa, tentang tokoh perempuan, tentang pentingnya membaca dan menghormati ilmu.
Dulu, Ibu Lastri pernah dilarang sekolah karena dianggap “perempuan tak perlu banyak tahu.” Tapi ia mencuri waktu membaca di kolong ranjang, menyimpan kamus kecil di kantong bajunya. Kini, ia menebus masa lalu bukan dengan protes, tapi dengan membagi apa yang pernah ia idamkan: kesempatan. Anak-anak di kampungnya mulai naik kelas dengan nilai baik. Orang tua mereka perlahan berubah pikiran, dari curiga menjadi percaya.
Suatu hari, seorang anak kecil berkata, “Bu, aku ingin jadi guru seperti Ibu Lastri.” Dan Ibu Lastri tahu, warisan sejati bukan harta melainkan ilmu yang hidup dalam hati yang terus tumbuh.
Makassar, 21 April 2025

Leave a Reply