December 3, 2021 in Jelajah Nusantara, Uncategorized

Kaimana – Menikmati Senja yang Indah

Kaimana - Menikmati Senja yang Indah
Kaimana - Menikmati Senja yang Indah

Kaimana
Menikmati Senja yang Indah
Oleh Telly D

Kan kuingat selalu, kan kukenang selalu
Senja indah, senja di Kaimana
Seiring surya, meredup sukma
Dikau datang, dihati berdebar
….. (Surni Warkiman,1962)

Lagu ‘’Senja di Kaimana’’ pernah popular di tahun 60-an, ketika itu Saya masih kecil. Lagu itu diciptakan oleh Surni Warkiman (1962) dan dipopulerkan oleh biduan Alfian (1965).

Ibu dan Ayah Saya, senang sekali mendendangkan lagu ini jika mendengar melalui RRI, cassette tape recorder, atau piringan hitam.

Saya juga senang mendendangkannya. Di era tahun 70-an dan 80-an, lagu Senja di Kaimana secara tetap dapat dinikmati melalui TVRI. Lagu ini muncul setiap minggu sebagai jingle untuk pembuka acara Pelajaran Bahasa Indonesia yang diasuh oleh Bapak Yus Badudu.

Hari ini 28 November 2021, di bulan usia perkawinan Saya menyentuh angka 36 tahun. Saya terinspirasi untuk menikmati senja yang melegenda itu.

Menanti senja di usia yang sudah senja di kota Senja Kaimana, sambil membaca buku Kitab Kehidupan (K2) Berkarya saat Senja. Padanan yang betul-betul istimewa. Menarik untuk di wujudkan.

Kota senja Kaimana salah satu kota/kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat. Untuk mencapainya dari ibu kota Papua Barat, Sorong, dapat ditempuh melalui jalur laut, darat, atau udara. Dengan pesawat, Saya hanya menggunakan waktu 1½ jam perjalanan.

Letak kota Kaimana yang memanjang sepanjang lengkungan kepala burung Papua, daratannya berkontur tanah yang bertingkat-tingkat menghadap ke barat, sehingga dari sudut mana saja senja dapat dilihat dan dinikmati. Tidak memerlukan naik ke gunung atau pergi ke tepi pantai.

Sekalipun demikian pemerintah tetap menyediakan tempat khusus untuk menikmati senja.

Tempat itu berada di pinggiran pantai di kota Kaimana, di dataran yang rendah dimana ada taman rumput yang luas yang dikelilingi oleh tembok yang dipagari dengan pagar yang terbuat dari aluminium. Dilengkapi dengan tugu besar yang bertuliskan Kota Senja di Kaimana.

Taman itu setiap sore ramai dikunjungi, menjadi pusat aktivitas masyarakat di sore hari. Tempat untuk menikmati senja dan tempat anak-anak muda berolah raga di sepanjang jalan dan di pelataran taman.

Taman Jokowi Iriana
sumber : dokumen pribadi

Taman itu pernah dikunjungi Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Ibu negara Iriani ketika mereka berkunjung menikmati senja. Taman itu kemudian diberi label Taman Jokowi Iriani untuk mengabadikan kunjungan mereka.

Dermaga pantai itu dipagari tembok keliling yang di atasnya diberi pagar dari aluminium. Menjadi tempat yang sangat strategis untuk bisa menikmati panorama.

Memerlukan 3 hari Saya bersabar menanti pijar senja merah sempurna yang melegenda itu menampakkan diri. Dua hari terhalang cuaca. Hujan yang mendadak gerimis dan awan hitam berarak-arak melindungi pancaran sinar senja. Senja yang tampak hanya berwarna kuning muda bergaris kelabu.

Menurut pemandu, Saya telah melanggar pantangan yang mereka percaya. Saya telah mengucapkan keinginan untuk menikmati senja. Mereka percaya jika keinginan itu terucap dan alam mendengarnya maka senja malu menampakkan diri.

Saya menunggu dengan sabar melihat matahari bergerak perlahan memasuki peraduannya untuk beristirahat. Akhir hari perlahan mulai mengalir, petang telah tiba, senja memeluk kehadiran matahari.

Suasana perlahan berganti. Dari sinar matahari yang bersinar menyilaukan perlahan menjadi redup. Suasana sejuk dan rasa dingin mulai merambat seiring dengan mulainya senja itu berpijar merah dan memantulkan warna orange ke seluruh penjuru secara perlahan.

Inilah puncak keindahan senja di Kaimana. Kondisi kota yang menghadap laut Aru dengan bentangan luasnya, laut lebih luas dari bentangan daratan, membuat air laut sanggup memantulkan sinar orange senja ke seluruh kota.

Senja dinikmati oleh seluruh penduduk kota Kaimana dan dapat dilihat dari sudut manapun. Luar biasa sensasinya. Lukisan alam tiada bandingannya. Kata-kata tidak cukup menuliskan keindahannya.

Jika saya menghadap ke arah barat maka saya akan menikmati senja yang berwarna orange melukis langit dengan sapuan indahnya memanjakan mata.

Pesonanya berkombinasi dengan desah angin laut dan debur ombak yang mendesahkan keindahan anugrah sang maha pencipta.

Namun jika saya menghadap ke arah timur saya akan menikmati kota Kaimana yang diselimuti warna orange, pinggiran-pinggiran atap rumah, tepi-tepi gunung, dan ujung-ujung daun pohon berwarna pink orange. Seolah-olah memiliki latar belakang warna senja yang menyatu.

Indah mempesona. Saya hanya sanggup menikmatinya, tidak cukup kata untuk mengungkapkan keindahannya. Gelar yang diberi sebagai kota senja yang indah bukan omong kosong. Senja adalah menu tetap setiap sore bagi semua warga.

Saya terhipnotis. Melalui berbagai sumber dituliskan bahwa penulis lagu Senja di Kaimana tidak pernah datang ke Kaimana dan menikmati senja yang indah ini.

Inspirasi keindahannya hanya diperoleh saat Surni menyaksikan kegiatan latihan militer di lapangan Banteng dan gunung Mas 1962. Dia kemas dalam sebuah lagu.

Lagu Senja di Kaimana lahir dalam suasana perjuangan Trikora sehingga menjadi penyemangat para pejuang saat bertugas merebut Irian Barat. Baru direkam tahun 1965, luar biasa.

Menikmati senja sendiri menghadirkan kerinduan yang menghimpit dada. Saya tidak bisa menahan diri untuk mengingat orang terkasih yang selalu memegang tangan Saya untuk bersama berjalan mengatasi semua tantangan hidup yang menghadang.

Bulan ini 36 tahun usia perkawinan Saya, panjangnya waktu yang telah Saya lalui bersama Dia membuat Saya mampu berdamai tidak selalu kami harus hadir bersama dalam wujud fisik.

Kasih kami bukanlah tentang beberapa hari atau bulan bersamanya namun tentang seberapa besar kami saling mengasihi satu sama lain setiap hari.

Tiga puluh enam tahun bersama Dia membawa banyak perubahan dan banyak hal yang tidak terduga. Namun ada hal yang Saya yakini yang tidak akan pernah berubah yaitu kasih Dia pada Saya.

Itulah hal yang terbaik dan terindah yang selalu Saya nikmati dalam hati dengan penuh kesyukuran.

Dia adalah alasan, harapan dan mimpi bagi Saya sehingga Saya tetap berani melangkah dalam hidup ini.

Saya yakin tidak pernah bisa mencapai apa yang Saya miliki hari ini tanpa kasihnya. Kasih Dia pada Saya sudah melewati pikiran, melampaui hati dan merajai jiwanya.

Kasihnya yang membiarkan Saya bertumbuh seperti yang Saya inginkan, menyediakan maaf tanpa batas dan menguatkan setiap langkah yang Saya ambil.

Kasih kami tidak ada jarak yang mampu mengantarainya. Saya dan Dia tetap dekat dalam doa, Saya membutuhkan Dia seperti jantung yang butuh detak, seperti senja yang butuh sinar matahari untuk melukis keindahannya.

Menanti Senja di usia Senja dengan membaca Kitab Kehidupan ( K2 ) berkarya saat senja.
Sumber : dokumen pribadi

Senja merah di Kaimana selalu menghadirkan cerita indah tanpa ujung, demikian dengan kasih kami berdua tidak berujung sekalipun dipisahkan maut kelak.

Terima kasih selalu menjadi pelangi jika badai.

Dikau memaksa Saya berulang-ulang jatuh cinta padamu.

Selamat ulang tahun perkawinan ke-36.
Tetaplah setia seperti Kesetiaan senja menantikan matahari kembali ke peraduannya. Seperti senja yang selalu berakhir dengan keindahan.

Kaimana, 28 November 2021




14 Comments

  1. December 5, 2021 at 12:05 am

    Rini

    Reply

    Selamat ulang tahun pernikahan yang ke 36, bahagia selalu 😇😇.Tulisannya sangat romantis dan menyentuh hati.

    1. December 7, 2021 at 4:37 am

      daswatiaastuty

      Reply

      Terima kasih atas doa dan perhatiannya, semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah untuk kita semua. Amin ya rabbal alamin…

  2. December 3, 2021 at 9:34 pm

    Mukminin

    Reply

    Luar biasa pemandangannya. Luar biasa tulisannya. Slmt ultah pernikahan yg ke-36 smg Samawa dan sht sll bersama keluarga

    1. December 7, 2021 at 4:36 am

      daswatiaastuty

      Reply

      terima kasih komentarnya Cak Inin, ini juga baru belajar, mohon ilmunya dibagi.

  3. December 3, 2021 at 9:22 pm

    Yenita

    Reply

    Alhamdulillah luar biasa Bu, semoga bahagia selalu

    1. December 7, 2021 at 4:36 am

      daswatiaastuty

      Reply

      terima kasih, sukses terus, kami doakan…

  4. December 3, 2021 at 2:26 pm

    Mulyati Nur

    Reply

    …..semoga sehat dan bahagia selamanya, berkah usia keduanya dan menjadi panutan sepanjang masa. Aamin YRA….. “SELAMAT ATAS PERNIKAHAN YG KE 36”

    1. December 7, 2021 at 4:36 am

      daswatiaastuty

      Reply

      terima kasih atas perhatian dan doanya. semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

  5. December 3, 2021 at 12:47 pm

    Nunik HDP

    Reply

    Lagu yang saya suka sampai sekarang ibu. Namun blm pernah saua menikmati suasana dlm lagu tersebut secara langsung. Dengan membaca artikel ini bisa membayangkan indahnya senja di Kaimana.
    Fotonya bagus sekali. Dicetak dan dipajang sbg kenang2an

    1. December 7, 2021 at 4:35 am

      daswatiaastuty

      Reply

      jadi ingin mendengar Bu Nunik mendendangkan senja di Kaimana. love you…

  6. December 3, 2021 at 12:27 pm

    Andi Nur Haeni

    Reply

    Terima kasih Ibuku sudah berbagi ilmu yang sangat, ternyata ada pantangan yang tidak boleh dilanggar meskipun hanya sebuah kata.
    Selamat Ulang Tahun Perkawinannya But, semoga Bapak dan Ibu sehat, sukses dan bahagia selalu. Aamiin Allahumma Aamiin.

    1. December 7, 2021 at 4:34 am

      daswatiaastuty

      Reply

      pantangan itu hanya dikenal di kaimana. terima kasih atas doa dan perhatiannya.

  7. December 3, 2021 at 12:15 pm

    sumintarsih

    Reply

    Mantap sekali.
    Maaf saya baru dengar ada pantangan dalam menikmati senja.
    (Selamat utk 36 tahunnya bersama yang tercinta)

    1. December 7, 2021 at 4:34 am

      daswatiaastuty

      Reply

      Terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By browsing this website, you agree to our privacy policy.
I Agree