MANGKUK KESOMBONGAN

Pentigraf
MANGKUK KESOMBONGAN
Oleh: Telly D.
Di restoran termahal itu, seorang tamu tetap yang tajir melintir sempoyongan menunjuk mangkuk besar di hadapannya sambil menuntut dilayani, kepalanya terkulai seperti lilin yang meleleh. Cairan di dalam mangkuk berkilau oleh lampu kristal, tampak seperti sup eksotis, dan para pelayan menahan napas di antara ragu dan patuh.
Dengan kesombongan, Manajer datang, tanpa ragu nencelupkan sendok perak dan mencicipinya, lalu spontan memuntahkan rasa pahit yang tak masuk akal. Ia memanggil koki untuk ikut mencoba, dan lelaki dapur itu terperanjat, sebab lidahnya tahu betul: ini bukan masakan yang pernah ia lahirkan dari api dan rempah buatannya.
Saat si tamu mabuk itu akhirnya mengangkat kepala, ia tertawa serak dan mengaku mangkuk itu berisi muntahannya. Sendok-sendok terjatuh, dan di tengah kemewahan yang runtuh, semua orang menyadari bahwa yang paling menjijikkan bukanlah isi mangkuk itu, melainkan kesombongan yang membuat mereka rela menelannya.
Makassar, 13 Januari 2026

Leave a Reply