DALAM PELUKAN

Pentigraf
DALAM PELUKAN
Oleh: Telly D.
Kami menemukan mereka saling berpelukan di bawah timbunan lumpur, seperti dua orang yang memilih bertahan bersama sampai detik terakhir. Tanganku ikut menggali, memisahkan tanah yang masih hangat oleh hujan semalam. Tubuh lelaki itu sudah dingin. Perempuan di dadanya nyaris tak bernapas. Kami bekerja cepat, memanggil nama, memberi oksigen, berharap satu nyawa masih bisa ditarik kembali dari gelap.
Lumpur dibersihkan dari wajah perempuan itu. Rambutnya kusut, bibirnya pucat. Saat air menyentuh pipinya, sesuatu dalam diriku runtuh pelan. Itu wajah yang kukenal dari rumah. Wajah yang setiap pagi kutinggalkan dengan janji pulang. Dadaku sesak, tapi tanganku tetap bekerja, seperti mesin yang lupa cara berhenti.
Ketika tubuh lelaki diangkat, aku melihat wajahnya jelas. Aku tak pernah menyebut namanya, tapi aku tahu perannya. Mereka meninggal dalam pelukan yang bukan miliknya masing-masing. Di pengungsian, aku tetap berdiri sebagai penyelamat. Tapi malam itu, aku belajar: tidak semua yang ditemukan mati oleh bencana. Sebagian telah lebih dulu hancur oleh pilihan yang mereka peluk erat-erat, bahkan sampai akhir.
Makassar, 14 Desember 2025

Leave a Reply