SALAH DUGA

Pentigraf
SALAH DUGA
Oleh: Telly D.
Mahasiswa itu datang dengan hati resah, membawa draf tesis yang belum selesai dan ego yang mulai liar sejak merasa dirinya “lebih hebat” dari teman-temannya. Di halaman rumah dosennya, ia melihat seorang perempuan memakai daster lusuh sedang menanam bunga, tanah menempel di ujung jarinya. Anggapannya langsung jatuh, perempuan sederhana asisten rumah tangga yang bekerja tanpa suara.
Ketika ia meminta izin masuk bertemu dosen, perempuan itu hanya berkata lirih, “Pintunya terbuka… silakan.” Dalam keangkuhan yang gelap, mahasiswa itu mendekat, terlalu dekat terpesona dengan kemolekan wanita itu. Tanpa kendali tangannya bergerak seenaknya, nakal, mencolek sedikit bokong perempuan itu, tindakan sesat yang ia lakukan seolah bukan apa-apa. Perempuan itu terkejut, namun diam, mahasiswa suka reaksinya, semakin yakin dengan imajinasi sesatnya.
Beberapa menit kemudian, ketika konsultasi selesai dan dosennya mengantar sampai teras, ia berkata santai, memperkenalkan wanita itu “itu ibu nya anak-anak, dia hobby berkebun.” Mahasiswa itu membeku. Tak mampu menatap mata wanita yang menyala dengan mulut terkunci. Dunia seakan runtuh menjadi serpihan yang lebih kecil dari tanah yang sementara diinjaknya.
Makassar, 4 Desember 2025

Leave a Reply