April 8, 2026 in Uncategorized

Memurnikan Halal Bihalal: Kembali ke Hati yang Sederhana




3 Comments

  1. April 9, 2026 at 12:35 am

    Nuryadin

    Reply

    Paragrag yg paling nyata terjadinya 😊🙏
    ——
    Percakapan pun berubah arah. Dari “apa kabar?” menjadi “sekarang di mana?” lalu bergeser lagi menjadi “sudah sampai mana?” Seolah hidup diukur dengan garis yang harus selalu naik. Dalam diam, beberapa orang mulai merasa tertinggal. Mereka yang belum “menjadi apa-apa” menurut ukuran umum, perlahan menyusut dari lingkaran percakapan.

  2. April 9, 2026 at 12:33 am

    Nuryadin

    Reply

    Paragraf paling nyata terjadi… 😊🙏
    ——
    Percakapan pun berubah arah. Dari “apa kabar?” menjadi “sekarang di mana?” lalu bergeser lagi menjadi “sudah sampai mana?” Seolah hidup diukur dengan garis yang harus selalu naik. Dalam diam, beberapa orang mulai merasa tertinggal. Mereka yang belum “menjadi apa-apa” menurut ukuran umum, perlahan menyusut dari lingkaran percakapan.

  3. April 8, 2026 at 11:44 pm

    Mimin Rukmini

    Reply

    Pada akhirnya, halal bihalal adalah tentang pulang, pulang ke hati yang bersih, ke relasi yang jujur, dan ke kesadaran bahwa kita semua sama-sama sedang berjalan. Tidak perlu berlari lebih cepat hanya untuk terlihat lebih jauh.

    Subhanallah! Terimakasih Bunda! Sekalu menjadi bahan refleksi diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *