SEPEDA DI SERAMBI MASJID

Pentigraf
SEPEDA DI SERAMBI MASJID
Oleh: Telly D.
Di serambi masjid kampung, sebuah sepeda tua bersandar setiap malam selama Ramadan. Pemiliknya seorang lelaki kurus yang selalu datang paling awal untuk membuka pintu masjid sebelum azan isya. Ia duduk sebentar di tangga batu sambil menunggu jamaah berdatangan dari gang-gang sempit.
Orang-orang hanya mengenalnya sebagai tukang servis sepeda yang hidup sederhana. Tak banyak yang tahu bahwa ia pernah menjadi pembalap sepeda terkenal di kota besar sebelum kecelakaan membuat kakinya tidak lagi kuat untuk berlomba. Setelah itu hidupnya berubah sunyi, seperti jalan panjang yang tiba-tiba kehilangan arah.
Ketika seorang anak kecil menunjuk sepeda tuanya dan bertanya mengapa ia tidak pernah menggantinya dengan yang baru, lelaki itu tersenyum tipis lalu berkata pelan, “Sepeda ini yang membawaku pulang setelah aku terlalu lama lupa jalan ke masjid.”
Makassar, Ramadan 2026

Leave a Reply