DI BALIK SENYUM DAN CERMIN

Pentigraf
DI BALIK SENYUM DAN CERMIN
Oleh:Telly D.
Myrna adalah nyala paling terang di pesta para pemegang saham malam itu. Gaunnya berkilau mengikuti lekuk tubuhnya, bak bulu merak yang dibentangkan dengan anggun di bawah lampu kristal. Tatapan-tatapan yang memujanya membuat ia semakin percaya diri, semakin berani menebar senyum, seolah seluruh aula adalah panggung kecil yang sengaja dibangun untuk tubuh dan pesonanya.
Di antara wajah-wajah berpengaruh itu, Pak Kasman pemegang saham terbesar, duda mapan yang selalu tampak penuh wibawa tak henti menoleh ke arahnya. Setiap lirikan terasa seperti isyarat rahasia. Saat langkah lelaki itu bergerak mendekat, jantung Myrna berdebar hebat, membayangkan takdir sedang berjalan menuju dirinya.
Namun Pak Kasman justru melewatinya dan berhenti di depan cermin di belakang Myrna, hanya untuk membenahi jasnya. Myrna hampir tertawa pahit sampai ia melihat di pantulan kaca itu bukan hanya wajah Pak Kasman, melainkan layar besar di belakang mereka yang sedang menayangkan laporan saham perusahaan; dan ia mengerti, lelaki itu tidak sedang menatap Myrna, melainkan angka-angka yang naik tepat di atas bayangannya dan barulah Myrna sadar, ia dipuja bukan karena siapa dirinya, melainkan karena nilai yang disangkakan orang-orang sedang melekat pada tubuhnya.
Makassar, 13 Januari 2026

Leave a Reply