KEPERCAYAAN YANG TAK PANTAS

Pentigraf
KEPERCAYAAN YANG TAK PANTAS
Oleh: Telly D.
Ia dulu dikenal sebagai juragan paling berpengaruh di wilayah itu, orang yang menukar hutan dengan angka, menukar sungai dengan kontrak, dan menukar suara aparat dengan beberapa bundel uang. Di balik jas mahalnya, ia percaya dunia tunduk pada kekuasaan dan siapa pun bisa dibungkam. Ketika banjir bandang melanda desa di kaki bukit yang ia gunduli, ia mencoba sekali lagi menyamarkan tangan kotornya dengan laporan palsu dan pernyataan dingin bahwa semua “di luar kendali manusia.”
Namun hari itu berbeda. Di tengah reruntuhan jembatan dan lumpur yang menelan rumah, ia melihat puluhan warga saling mengangkat balok, mengevakuasi korban, dan menghidupkan kembali harapan tanpa menunggu perintah siapa pun. Ada seorang anak laki-laki kecil yang berdiri di atas tumpukan puing dengan pakaian compang-camping, memimpin relawan dengan suara lantang, “Kita selamatkan semua yang bisa diselamatkan, jangan biarkan siapa pun tertinggal!” Anak sekecil itu bergerak lebih berani daripada seluruh penjaga bersenjata yang ia bayar.
Namun, ketika anak itu berlari ke arahnya, dengan mata jernih yang meminta bantuan: sebuah kepercayaan yang tak pantas ia terima. Untuk pertama kalinya, ia menanggalkan jam emasnya, menyingsingkan lengan, dan mengangkat batang kayu bersama warga. Di bawah terik matahari yang memantulkan lumpur, orang-orang melihat sesuatu yang tak pernah terbayangkan, seorang raksasa keserakahan yang akhirnya memilih berdiri di sisi manusia.
Makassar, 02 Desember 2025

Leave a Reply