Ketika Dua Buku Itu Bersanding di Rumah Saya

Ketika Dua Buku Itu Bersanding di Rumah Saya
Oleh: Telly D.
Ada sore yang tak akan saya lupa: saat dua buku itu Antologi Karmina, yang memuat pantun karmina Asean setebal 1324 halaman yang melibatkan 1324 penulis, serta Antologi Puisi Etnik Nusantara setebal 1460 halaman yang melibatkan 1460 penulis akhirnya bersanding di rak buku rumah saya. Dua buku merupakan gagasan Dato Sri Asrizal Nur, yang keduanya sama-sama memegang pengakuan MURI, dua karya kolektif yang lahir dari perjalanan panjang para penulis dari berbagai daerah dan budaya. Saya memandangnya lama, seakan keduanya sedang bercerita bahwa mimpi tak pernah berdiri sendirian.
Saya bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang menulis dengan tangan gemetar namun hati penuh tekad. Maka ketika nama saya tertera di antara penulis-penulis hebat ASEAN, hati saya serasa ditapuk perlahan dan berkata, “Lihat, upayamu didengar.” Kebanggaan itu bukan karena saya merasa besar, melainkan karena saya boleh berada di antara orang-orang besar seperti seseorang yang duduk di perahu kecil namun ikut mengarungi lautan yang luas bersama rombongan nakhoda berpengalaman. Ungkapan sederhana yang selalu saya percaya menguat: “Setitik tinta pun bisa menjadi saksi sebuah perjalanan.”

Dalam proses penulisan, saya tidak berjalan sendiri. Di setiap tulisan, saya merasakan bimbingan dan kebaikan Ibu Tri Wulaning Purnami yang sabarnya seperti air yang terus mengalir tanpa meminta balasan. Kepadanya saya menyampaikan terima kasih yang dalam, karena budi baiknya telah menjadi jembatan bagi saya untuk menata kata, menjaga disiplin, dan mempercayai kemampuan sendiri. Terima kasih pula kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kedua buku ini khususnya Rumah Seni Asnur, tanpa budi baiknya, kata-kata tak akan menemukan rumahnya.
Kini dua buku itu berdiri berdampingan. Saya menatapnya dengan syukur: bukan sekadar capaian, tetapi tanda bahwa perjalanan menulis saya telah bersentuhan dengan tangan-tangan hebat dari berbagai penjuru negeri dan Asean. Dan itu, bagi saya, adalah kebanggaan yang tidak akan lekang.
Makassar, 20 November 2025

November 20, 2025 at 3:16 am
Much. Khoiri
Dua buku yang penting, yang di dalamnya ada tulisan-tulisan penting