SURAT DARI API

Pentigraf
SURAT DARI API
Oleh: Telly D.
Ia datang ke kampung itu dengan membawa luka dan secarik surat. Orang-orang hanya tahu, lelaki itu pernah membakar rumahnya sendiri pada suatu malam panjang, lalu menghilang tanpa jejak. Kini ia kembali, meminta izin menulis kisahnya di balai desa. Tak ada yang berani menolak; matanya terlalu tenang untuk seorang yang pernah berteriak di neraka.
Setiap hari ia menulis. Anak-anak mengintip dari jendela, melihat tangannya bergetar setiap kali pena menyentuh kertas. Di lembar-lembar itu, ia menulis nama-nama yang telah hilang, dan di bawah setiap nama, ia tulis satu kalimat penyesalan. Orang-orang mulai luluh. Mereka mengira lelaki itu datang untuk menebus dosa dengan kata.
Namun pada hari terakhir, ketika tulisan itu dibacakan, halaman terakhir berisi kalimat yang tak mereka duga: “Api itu bukan aku yang menyalakan kalian yang menuduhku tanpa cahaya.” Balai desa hening. Lelaki itu pergi lagi, meninggalkan surat dan bara di hati semua yang pernah percaya pada satu cerita saja.
Makassar, 13 November 2025

November 18, 2025 at 4:15 am
Joe3224
https://shorturl.fm/MayPg