JANJI UNTUK MEMULAI

Pentigraf
JANJI UNTUK MEMULAI
Oleh: Telly D.
Berhari-hari saya menatap kertas kosong tanpa berani menorehkan satu kata pun. Ada rasa takut yang menghantui: takut tulisan saya buruk, takut dianggap remeh, takut gagal sebelum mulai. Lembar putih itu seperti tembok tinggi yang menghalangi saya melangkah.
Dalam kelas menulis yang hanya berlangsung lewat percakapan singkat di ruang chatting, saya akhirnya mengaku bahwa saya belum menulis apa pun. Dengan ragu saya berjanji pada diri sendiri akan mulai menulis meski satu paragraf. Saat itulah sang guru memberi arahan singkat dan menuliskan kalimat yang menembus hati saya: “Menulis itu tidak harus sempurna, tapi harus dimulai, langkah pertama adalah kunci dari segalanya.”
Saya terkejut mendengar ia menambahkan bahwa ia pun belajar dari saya. Seorang murid berusia 60 tahun yang berani mencoba ternyata bisa memberi pelajaran bagi gurunya. Ternyata, keberanian saya membuka buku kosong sama berharganya dengan ilmu yang beliau berikan. Kejutan itu membuat saya sadar: menulis bukan hanya perjalanan mencari kesempurnaan, melainkan saling belajar antara guru dan murid.
Makassar, 02 Oktober 2025

Leave a Reply