SANG JURI

Pentigraf
SANG JURI
Oleh: Telly D.
Riuh Agustus merayap di udara. Jalan raya yang disulap menjadi panggung pawai penuh sesak oleh pasukan drum band, penari daerah, hingga rombongan sepeda hias. Bendera kecil berkibar di tangan anak-anak, teriakan penonton pecah setiap tim melintas. Di tepi jalan, seorang pemuda berjas rapi berdiri dengan papan pencatat di tangan, matanya tajam mengikuti setiap langkah pasukan.
Melihat keseriusannya, warga tergesa menyeret kursi dan meja untuknya. “Biar nyaman, Pak Juri,” ujar seseorang sambil tersenyum bangga. Panitia datang membawa air mineral dan kue kotak, bahkan beberapa peserta pawai menunduk memberi salam hormat saat melewatinya. Ia menulis dengan cepat, penuh catatan angka dan tanda, seolah setiap detil adalah perkara hidup-mati.
Ketika lomba usai, panitia menghampiri, meminta hasil penilaiannya. Pemuda itu mengangkat alis, tersenyum kikuk, lalu berkata, “Oh, saya cuma mahasiswa. Nonton lebih seru kalau pura-pura jadi juri.”
Makassar, Agustus 2025

Leave a Reply