RAHASIA DI BALIK SENYUMAN

Pentigraf
RAHASIA DI BALIK SENYUMAN
Oleh: Telly D.
Nadia menjalani Ramadan dengan senyum paling teduh di kantor, selalu datang paling awal untuk tadarus dan paling rajin membagikan kutipan tentang sabar, membuat semua orang percaya bahwa ia perempuan yang telah berdamai dengan masa lalunya, padahal setiap malam ia masih menyembunyikan pesan-pesan dari lelaki yang telah beristri.
Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa Ramadan ini akan menjadi titik henti, bahwa puasa akan memutuskan hubungan yang tak pernah benar itu. Namun, setiap kali notifikasi berbunyi menjelang berbuka, ia kembali membalas dengan alasan ingin menutup cerita secara baik-baik, sementara diam-diam ia menikmati perhatian yang tak halal itu lebih dari manisnya kolak.
Pada malam kesepuluh, ketika ia membaca ayat tentang menjaga diri, pesan terakhir datang bukan dari lelaki itu melainkan dari istrinya yang telah mengetahui semuanya dan hanya menulis singkat, “Terima kasih sudah mengingatkan saya untuk lebih menjaga suami saya.” Di saat itulah Nadia sadar bahwa yang ia khianati selama ini bukan perempuan lain, melainkan puasanya sendiri yang ia bangun dengan senyum tanpa kejujuran.
Makassar, Ramadan 2026

Leave a Reply