SIDANG YANG TAK PERNAH SELESAI

Pentigraf
SIDANG YANG TAK PERNAH SELESAI
Oleh: Telly D.
Di gedung megah berpendingin ruangan itu, sidang dimulai seperti biasa dengan pengumuman bahwa sidang belum bisa dimulai. Alasannya klasik: belum quorum. Padahal kursi-kursi tampak penuh, hanya saja yang duduk bukan tubuhnya, melainkan jas mereka yang digantung di sandaran kursi, sementara pemiliknya sibuk ke kantin, ruang rias, atau siaran langsung di akun pribadi.
Ketua sidang mengetuk palu tiga kali dengan khidmat, lalu berkata, “Baik, kita tunggu sepuluh menit lagi.” Sepuluh menit itu menjelma setengah jam, lalu satu jam, hingga akhirnya semua berdiri, bertepuk tangan, dan pulang karena menunggu sudah dianggap bentuk partisipasi. Di luar, wartawan menulis berita singkat: Sidang berjalan tertib dan penuh semangat musyawarah.
Malamnya, televisi menayangkan cuplikan: para anggota tersenyum di balik mikrofon, seolah baru saja menetapkan keputusan besar. Di bawah layar muncul tulisan: Hasil Rapat: Akan Dijadwalkan Ulang. Rakyat di rumah menatap sebentar, tersenyum kecil, lalu mematikan televisi. “Syukurlah,” kata mereka pelan, “Negara masih tahu caranya beristirahat dengan teratur.”
Sorong, 2 November 2025

November 8, 2025 at 8:02 am
Samuel2577
https://shorturl.fm/jPIDk