NAMA YANG TERTULIS, NILAI YANG TAK PERNAH ADA

Pentigraf
NAMA YANG TERTULIS, NILAI YANG TAK PERNAH ADA
Oleh: Telly D.
Semester akhir datang seperti debu yang tak sempat diseka. Ryan sibuk mengurus sidang, Myrna menunggu dosen yang tak pernah hadir. Di tengah kekusutan itu, berita itu meledak seseorang berpengaruh tinggi disebut memakai ijazah palsu, dan kabarnya berasal dari almamater yang ternama di negeri ini. Kampus mendadak gelisah. Mahasiswa saling bertanya, alumni terdiam, dan dosen-dosen mulai bicara dengan kode di ruang kelas.
Riyan sebagai mahasiswa hukum, tak bisa diam. Ia mengajak Myrna membaca dokumen, menelusuri nama, dan mencari tahu apakah benar gelar bisa dibeli seperti jaket almamater. Di saat yang sama, Dies Natalis kembali dirayakan: orasi ilmiah, tayangan video perjalanan kampus, pidato-pidato yang terlalu bersih untuk kenyataan. Tapi di balik layar proyektor, Ryan merasa malu. Ia teringat malam-malam saat mereka begadang mengerjakan skripsi, mencetak ulang revisi karena satu titik koma, dan antre di loket transkrip hingga lutut pegal. Lalu ada yang dapat gelar tanpa pernah duduk di kelas mana pun.
Mereka duduk berdua di bangku taman belakang kampus, angin menggoyang daun jati yang jatuh satu-satu. Myrna menatap Ryan dan berkata pelan, “Kalau ijazah bisa dipalsukan, jangan sampai cinta juga ikut-ikutan dipalsukan.”
Makassar, Agustus 2025

Leave a Reply