MENANTU UNTUK ANAK YANG TERLALU RAJIN

Pentigraf
MENANTU UNTUK ANAK YANG TERLALU RAJIN
Oleh: Telly D.
Di warung depan rumah yang selalu riuh oleh suara kelakar pelanggan, Bu Siti mengeluhkan kebingungannya: anak lelakinya sudah usia menikah, terkenal paling rajin seantero RT, tetapi tetap saja sulit dicarikan jodoh. Para pelanggan sampai mengerutkan dahi bagaimana mungkin seorang ibu tampak stres hanya karena punya anak yang kerajinannya selama ini dianggap aset oleh tetangga?
Ia menuturkan bahwa anaknya bangun sebelum matahari sempat merentangkan cahaya, duduk lebih tekun daripada mahasiswa yang sedang skripsi, dan sanggup menahan diri tidak mandi berjam-jam demi menyelesaikan “tugas-tugas pentingnya.” Namun setiap pujian yang diterima perlahan berubah menjadi tanda tanya besar ketika orang sadar bahwa kerajinan itu sama sekali tidak menyentuh pekerjaan rumah: tidak menyapu, tidak mengepel, bahkan membuka jendela pun seolah menunggu surat keputusan dari langit.
Bu Siti akhirnya membisikkan rahasia yang selama ini ia tutupi: kerajinan anaknya hanya berlaku untuk satu hal menaikkan level game dari pagi sampai dini hari. Para pelanggan warung langsung mengangguk maklum dan sepakat bahwa mencari menantu untuk anak “rajin” semacam itu bukan cuma perkara jodoh, tetapi juga perkara menemukan perempuan dengan mental maraton, tahan ditinggal dengan janji “sebentar lagi,” dan tetap bisa tersenyum tanpa merencanakan kudeta domestik.
Makassar, 16 November 2025

Leave a Reply