PENUNGGU KATA

Pentigraf
PENUNGGU KATA
Oleh: Telly D.
Malam itu, Arga kembali menyalakan laptop di ruang kerjanya yang sempit. Di meja berserakan kertas-kertas penuh coretan yang tak pernah selesai. Sudah berbulan-bulan ia mencoba menulis, tapi setiap huruf terasa menolak keluar. Di dinding tergantung foto istrinya yang telah meninggal, senyum yang dulu menjadi alasan setiap tulisannya lahir.
Ia menatap layar lama sekali, hingga cahaya monitor memantul di matanya yang basah. Perlahan tangannya bergerak di atas keyboard, menulis sesuatu yang hanya bisa dibaca oleh dirinya sendiri. Setiap ketukan terdengar seperti denyut yang berkurang satu per satu. Di antara kata yang mengalir, ia seakan menuliskan seluruh hidupnya, dan ketika titik terakhir jatuh, ia menunduk pelan seolah telah menemukan kata yang selama ini ia tunggu.
Pagi harinya, sahabatnya datang membawa sarapan. Pintu kamar tidak terkunci. Arga duduk di kursi, tubuhnya condong ke depan, tangannya masih di atas keyboard. Di layar, naskah itu terbuka judulnya “Penunggu Kata.” Kursor masih berkedip pelan di akhir kalimat, seolah menanti satu huruf lagi. Hanya saja, penulisnya tak lagi di sana untuk menuliskannya.
Sorong, 21 Oktober 2025

October 31, 2025 at 1:50 pm
Camryn845
https://shorturl.fm/OAQO2
October 31, 2025 at 11:03 am
Whitney2253
https://shorturl.fm/tW8ZJ
October 21, 2025 at 8:03 pm
Angelica4268
https://shorturl.fm/vivnr
October 21, 2025 at 5:05 pm
Dominique1855
https://shorturl.fm/knmkb