Nadhira Tidak Pipis di Sekolah

Nadhira Tidak Pipis di Sekolah
Oleh: Telly D.
Hari ini nenek kembali tersenyum sendiri mengingat tingkah lucu Nadhira di sekolah. Madhira sudah mulai besar sekarang. Usianya hampir empat tahun, sudah mulai diajar mandiri seperti anak-anak besar lainnya. Nadhira sekarang pergi ke sekolah tidak lagi memakai diapers, hanya memakai underwear kecil kesayangannya. Guru-gurunya sedang melatih Nadhira supaya kalau ingin pipis harus bilang dan pergi ke toilet sendiri.
Nenek tahu itu tidak mudah, Nak.
Bagi anak kecil, bermain itu lebih penting daripada mengingat ingin pipis. Kadang tubuhmu sudah memberi tanda, tetapi pikiranmu masih sibuk berlari mengejar permainan dan tawa bersama teman-temanmu.
Kemarin nenek dengar Nadhira berhasil satu hari penuh tidak mengompol di sekolah. Wah, semua orang senang sekali. Ibu guru sampai memberi hadiah kecil karena Nadhira pintar meminta izin ke toilet. Nadhira pulang dengan wajah berseri-seri sambil berkata,
“Lihat, Nadhira hebat!”
Iya, sayang… memang hebat.
Tetapi hari ini ternyata ada cerita baru lagi.
Saat dijemput, underwear Nadhira basah sedikit. Ibumu bertanya pelan supaya Nadira tidak malu.
“Kenapa Nadhira pipis di celana?”
Dan cucu nenek yang pintar langsung menjawab cepat,
“Nadhira tidak kencing di celana…”
Ibumu bingung.
“Lalu ini apa?”
Dengan wajah serius sekali, Nadira berkata,
“Nadhira kencing di underwear.”
Ya Allah… nenek sampai tertawa membayangkannya. Rupanya menurut Nadira, kalau yang basah underwear berarti bukan celana. Logika kecil yang lucu sekali.
Malam harinya Nadira dinasihati baik-baik. Tidak dimarahi, karena semua anak memang belajar pelan-pelan. Menjadi besar itu proses, Nak, bukan sulap yang langsung jadi dalam sehari.
Tetapi besoknya terjadi lagi.
Saat pulang, ibumu bertanya lagi,
“Nadhira pipis lagi di sekolah?”
Dan Nadhira langsung membela diri dengan cepat,
“Nggak…”
“Loh, terus kenapa basah?”
Dengan wajah yakin sekali Nadira menjawab,
“Nadhira tidak pipis di sekolah…”
“Lalu pipis di mana?”
Dan jawaban Nadira membuat semua orang di rumah tertawa.
“Di muka pintu sekolah.”
Astaga, cucuku sayang… rupanya menurut Nadhira, kalau pipisnya di depan pintu berarti belum masuk sekolah.
Nenek jadi sadar, dunia anak kecil memang indah sekali. Kalian belum melihat dunia dengan rumit seperti orang dewasa. Kalian memakai logika polos yang lahir dari hati yang jujur. Kadang alasan-alasan kecilmu membuat semua orang tertawa, tetapi justru itulah yang kelak paling dirindukan ketika kamu sudah besar nanti.
Suatu hari nanti Nadhira akan membaca cerita ini, nenek ingin menyimpannya di buku harian, supaya kelak saat Nadira dewasa, Nadira tahu bahwa masa kecilmu pernah memenuhi rumah dengan tawa sederhana.
Dan percayalah, Nak… underwear basah itu akan kering. Tetapi kenangan tentang jawaban lucumu hari ini akan tinggal lama di hati orang-orang yang menyayangimu.
Makassar, Mei 2026

May 22, 2026 at 9:47 am
Hudson4783
https://shorturl.fm/iusXz