KEROKAN

Pentigraf
KEROKAN
Oleh: Telly D.
Pagi baru merekah ketika Bu Santoso sudah berceloteh di teras tetangga bersama ibu-ibu lain. Obrolan mereka mengalir seramai pasar: dari harga cabai, utang arisan, sekolah anak, artis, hingga kisah cinta anak tetangga yang menikah tanpa restu. Tawa demi tawa membuat Bu Santoso lupa waktu, lupa cucian, bahkan lupa suaminya yang sejak tadi menunggu sarapan di rumah.
Tiba-tiba suara suaminya memanggil keras dari dalam rumah, meminta dicarikan uang koin. Bu Santoso kelabakan membongkar laci dan menggeser kursi hingga menemukan sekeping koin kusam yang terjepit di bawah meja. Dengan napas memburu, ia menyerahkan koin itu sambil heran karena selama ini suaminya dikenal sangat takut dikerok.
Suaminya menerima koin itu lalu berkata lirih, “Itu bukan untuk kerokan badan saya, tetapi untuk mengerok lidahmu yang terlalu sibuk membicarakan aib orang.” Bu Santoso tercekat. Getir terasa air ludah ditelan.
Makassar, Mei 2026

Leave a Reply