Don’t Disturb Me

Don’t Disturb Me
Oleh: Telly D.
Nadhira sayang, izinkan Nenek bercerita kepadamu tentang hari ketika kabar itu datang. Pagi itu ayahmu memberi tahu bahwa kamu masuk rumah sakit di Singapura. Dua hari kamu terus buang air dan muntah-muntah, kamu terdiagnosa muntaber, panasmu naik turun, tubuh kecilmu kelelahan melawan virus yang tanpa sengaja terbawa. Mendengar itu, hati Nenek seperti diremas. Jarak terasa panjang sekali. Andai bisa, Nenek ingin segera terbang, duduk di samping ranjangmu, menggenggam tanganmu yang hangat.

Nadhira Terbaring Lemas Di UGD Rumah Sakit. Foto: Dokumen Pribadi
Nenek membayangkan kamu terbaring dengan infus di tangan, rambutmu disibakkan pelan oleh Ayah. Padahal biasanya kamu tak pernah diam berlari kecil, tertawa, menyanyi dengan bahasa Inggris buatanmu sendiri. Tapi bahkan dalam sakit, kamu tetap lucu dan berani.

Nadhira Berkata Don’t disturb me, I want to rest! Foto: Dokumen Pribadi
Waktu Nenek menelepon dan bertanya, “Nadhira kuat ya?” kamu menjawab dengan suara tegas, “Don’t disturb me… I’m still sick… I want to rest!” Nenek terdiam, lalu tertawa sambil menahan air mata. Kamu seperti dokter kecil bagi dirimu sendiri tahu bahwa yang kamu butuhkan adalah istirahat.
Ayah bilang kamu masih sempat tersenyum pada perawat. Meski badanmu lemas, matamu tetap bersinar. Kamu tidak banyak mengeluh. Kamu hanya ingin sembuh pelan-pelan. Dari jauh, Nenek belajar sesuatu darimu: bahwa berhenti bukan berarti kalah, bahwa beristirahat juga bagian dari keberanian. Kamu mengajarkan Nenek bahwa tubuh boleh lemah, tapi hati harus tetap tenang.

Nadhira Bangun Bermain Ketika Sudah Merasa Enak. Foto: Dokumen Pribadi
Nadhira, mungkin suatu hari kamu akan membaca cerita ini dan tersenyum. Kamu mungkin tidak ingat detail hari itu, tapi Nenek akan selalu ingat kalimat kecilmu: “Don’t disturb me… I want to rest.” Kalimat itu bukan sekadar lucu, itu adalah tanda bahwa kamu sedang berjuang dengan caramu sendiri. Dan percayalah, setiap doa Nenek menyertaimu saat itu, diulang pelan-pelan, siang dan malam. Sampai akhirnya kamu bangun lebih kuat, lebih ceria, dan kembali menjadi Nadhira yang penuh cahaya.
Makassar, 21 Februari 2026

Leave a Reply