SELAMAT HARI NATAL

Pentigraf
SELAMAT HARI NATAL
Oleh: Telly D.
Malam Natal turun bersama gerimis tipis ketika Mara duduk di bangku gereja paling belakang, menggenggam amplop kosong di tasnya. Tahun ini ia datang tanpa persembahan, tanpa keluarga, hanya membawa doa yang terasa berat. Lampu-lampu kecil berkelip di pohon cemara, seolah meniru detak hatinya yang tak menentu.
Kesedihan sederhana namun perih: ia baru kehilangan pekerjaan, ibunya sakit di kampung, dan Natal datang terlalu cepat. Saat lagu pujian mengalun, Mara menunduk, merasa tak layak berharap. Ia bersiap pulang diam-diam sebelum doa penutup, takut bertemu tatapan iba yang kerap lebih menyakitkan daripada kesepian.
Namun tepat di pintu, seorang anak kecil menyodorkan lilin padanya. “Ini untuk Kakak,” katanya ceria. Lilin itu menyala, dan seorang diakon memanggil namanya, pekerjaan baru menunggunya di panti gereja. Mara tersenyum, air matanya jatuh. Malam itu ia tahu: Natal selalu menemukan cara untuk pulang dengan bahagia.
Makassar, 25 Desember 2025

Leave a Reply