DI BALIK JERUJI

Pentigraf
DI BALIK JERUJI
Oleh: Telly D.
Setiap hari penulis itu datang ke penjara membawa buku dan secangkir kopi hitam. Ia duduk di hadapan seorang mantan narapidana teroris yang wajahnya penuh bekas luka. Lelaki itu jarang bicara, hanya menatap langit dari balik jeruji seolah menghitung hari yang tak pernah beranjak.
Mereka berbincang perlahan. Tentang masa lalu, tentang kesesatan yang dulu disangka kebenaran. Ia menulis kisah itu, berharap suatu hari dunia tahu bahwa seseorang bisa berubah bahkan dari api yang pernah ia nyalakan sendiri. Lelaki itu membaca tiap naskah yang selesai, mengangguk pelan, lalu berkata, “Tulislah jujur, jangan takut padaku.”
Ketika buku itu terbit, penulis baru tahu: lelaki itu meninggal semalam sebelum membaca halaman terakhir. Di sana, ada tulisan tambahan dengan tinta yang bukan miliknya: “Aku sudah memaafkan diriku. Sekarang tulislah agar tak ada lagi yang menyalakan bom demi surga.”
Makassar, 13 November 2025

November 16, 2025 at 7:23 am
Kaylee3387
https://shorturl.fm/mBlHN