PATUNG YANG MENUNDUK

Pentigraf
PATUNG YANG MENUNDUK
Oleh: Telly D.
Patung pahlawan di alun-alun kota selalu tegak berdiri. Tapi suatu malam, tukang sapu melihat kepala patung itu tampak miring. Ia pikir matanya salah. Malam berikutnya, posisi itu semakin condong, seolah patung itu menunduk. Kabar cepat menyebar: “Besi dalamnya berkarat.” Pemerintah berjanji memperbaiki.
Namun tukang sapu itu yakin, patung itu bukan rusak, ia malu. Malu melihat taman di bawahnya dipenuhi sampah, lampu padam, dan pedagang kecil diusir karena tak punya izin. Setiap malam ia menyapu dedaunan gugur di bawah patung itu sambil berbisik, “Maafkan kami, sudah terlalu lama menipu namamu.”
Suatu subuh, hujan deras mengguyur kota. Suara dentuman keras terdengar; patung itu roboh, kepalanya patah. Di berita pagi, tertulis: Monumen Pahlawan Butuh Renovasi Cepat. Tukang sapu itu menatap layar TV di warung kopi, tersenyum getir. “Bukan patungnya yang harus diperbaiki,” katanya pelan, “tapi manusia yang berhenti menunduk.”
Makassar, 10 November 2025

Leave a Reply