BUKU YANG TAK PERNAH DICARI

Pentigraf
BUKU YANG TAK PERNAH DICARI
Oleh: Telly D.
Rahman, buruh pabrik yang ikut terseret massa, masuk ke rumah pejabat dengan dada berdebar. Ia tak mengincar kulkas atau televisi, melainkan sekadar penasaran: buku apa yang dibaca orang yang mewakili rakyat dan tiap hari pandai berpidato. Dalam hatinya ia membatin, “kalau tahu bacaannya, mungkin tahu juga isi kepalanya.”
Ia membuka laci, menyingkap lemari, dan mengintip ruang kerja. Yang ditemui hanya parfum mahal, jam tangan mewah, dan tumpukan nota belanja. Sementara di luar, orang-orang berlarian menyeret perabot. Rahman makin kecewa bukan karena tak kebagian jarahan, melainkan karena tak menemukan satu pun bacaan.
Ia melangkah keluar sambil nyengir kecut. “Lucu ya,” katanya pada dirinya sendiri, “yang dijarah tak pernah punya buku, yang menjarah pun tak pernah mencarinya. Tak heran negara seperti ini.”
Makassar, September 2025

September 10, 2025 at 8:54 am
Halle4366
https://shorturl.fm/o9C2L
September 10, 2025 at 4:47 am
Will2600
https://shorturl.fm/8nMn7
September 9, 2025 at 8:19 pm
McKenzie1430
https://shorturl.fm/oquyY